Semangka Lembata Mulai Masuk Gerai hingga Program MBG di Kupang

  • 21 Agt 2026 08:58 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Lembata – Semangka hasil pertanian masyarakat Lembata mulai menembus pasar di Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur. Komoditas tersebut telah dipasarkan ke sejumlah gerai, hotel, rumah sakit hingga memenuhi kebutuhan program Makan Bergizi Gratis atau MBG.

Kepala Desa Hadakewa, Klemens Kewaman, mengatakan pemasaran ke Kota Kupang dilakukan melalui pengiriman dari sentra produksi semangka di wilayah Ile Ape. Hingga pertengahan Agustus 2026, sebanyak tujuh ton semangka telah dikirim ke Kota Kupang dalam dua kali pengiriman.

“Pasar semangka dari Lembata saat ini sudah masuk ke sejumlah gerai di Kota Kupang, termasuk hypermart, hotel, rumah sakit, serta kebutuhan program Makan Bergizi Gratis. Untuk pasar lokal Lembata, sebagian besar terserap oleh dapur MBG,” ujar Klemens.

Produksi semangka di Desa Hadakewa sepanjang Januari hingga pertengahan Agustus 2026 tercatat mencapai 18 ton. Sebanyak lima ton di antaranya telah dikirim ke Kota Kupang, sementara dua ton lainnya berasal dari wilayah Ile Ape.

Pengembangan komoditas tersebut kini tidak hanya dilakukan di Desa Hadakewa. Pendampingan juga mencakup Desa Waimatan, Tanah Mea dan Watodiri dengan melibatkan pemerintah desa, penyuluh pertanian serta mitra pembangunan.

Salah satu kelompok yang mulai mengembangkan komoditas tersebut adalah Kelompok Tani Ola Take di Desa Waimatan. Dari panen perdana, kelompok pemuda tani tersebut menghasilkan sekitar satu ton semangka dari 1.200 tanaman.

Bupati Lembata P. Kanisius Tuaq mengapresiasi terbukanya akses pasar bagi produk pertanian lokal. Menurutnya, perluasan pasar menjadi bagian penting untuk menjaga keberlanjutan usaha pertanian dan meningkatkan pendapatan masyarakat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....