Wakapolda NTT Dampingi Astamaops Kapolri Tinjau Posko Pengungsi Gempa di Reo

  • 21 Agt 2026 09:06 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Manggarai - Wakapolda NTT Brigjen Pol Faizal mendampingi Astamaops Kapolri Komjen Pol Muhammad Fadil Imran meninjau posko pengungsian korban gempa di Reo. Kunjungan itu berlangsung Senin, 17 Agustus 2026, untuk memastikan kebutuhan warga terdampak terpenuhi selama masa tanggap darurat bencana.

Peninjauan tersebut menjadi bagian dari penguatan penanganan masyarakat terdampak gempa bumi Flores yang masih membutuhkan dukungan berbagai pihak. Polri mengerahkan personel, bantuan logistik, serta tenda tanggap darurat untuk menunjang perlindungan warga selama berada di pengungsian sementara.

Di lokasi, Polri menyiapkan tenaga kesehatan, personel Korps Brimob berkemampuan SAR, tim trauma healing, serta dukungan komunikasi darurat. Sarana komunikasi Starlink dan genset turut disiapkan untuk menjaga kebutuhan konektivitas dan kelistrikan masyarakat selama penanganan berlangsung.

Fadil menegaskan, penanganan bencana dilakukan secara terpadu dengan BNPB sebagai koordinator bersama pemerintah, TNI, dan Polri setempat. Menurutnya, koordinasi lintas lembaga diperlukan agar kebutuhan masyarakat dapat dipetakan sekaligus dipenuhi secara cepat selama masa tanggap darurat.

Sejumlah kebutuhan yang masih menjadi perhatian di posko meliputi listrik, genset, penampungan air, pasokan air, dokter, dan obat-obatan. Kebutuhan tersebut menjadi prioritas karena menyangkut keberlangsungan kehidupan warga selama kondisi darurat akibat gempa masih berlangsung.

Dalam kunjungan itu, Fadil juga memeriksa langsung kondisi seorang korban gempa yang mengalami patah tulang dan membutuhkan penanganan.Polri kemudian menawarkan evakuasi korban melalui jalur darat maupun helikopter untuk memperoleh pelayanan medis lebih lanjut.

Keputusan evakuasi belum langsung dilakukan karena keluarga korban masih membicarakan pilihan penanganan bersama pihak terkait di lokasi. Fadil memastikan Polri siap membantu proses evakuasi apabila korban dan keluarganya menyetujui tindakan tersebut sesuai kebutuhan medis.

Menurut Fadil, biaya penanganan korban dalam proses evakuasi maupun perawatan akan ditanggung negara sesuai kebijakan pemerintah terkait. Pernyataan itu disampaikan untuk memastikan keluarga tidak perlu khawatir terhadap pembiayaan ketika memilih penanganan medis lanjutan.

Dukungan personel Polri di wilayah terdampak juga diperkuat Korbrimob yang membawa kemampuan SAR dan dapur lapangan untuk pengungsian. Kehadiran personel tersebut diarahkan untuk membantu pencarian, penyelamatan, serta pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat terdampak gempa.

Pelayanan kesehatan turut diperkuat dokter Pusdokkes Polri yang diterjunkan langsung untuk melayani masyarakat di posko pengungsian Reo. Sebanyak empat dokter Pusdokkes memberikan pelayanan medis kepada warga yang membutuhkan pemeriksaan dan penanganan kesehatan.

Selain pelayanan darurat, Polri menyiapkan tiga unit helikopter untuk mendukung distribusi bantuan menuju wilayah yang sulit dijangkau melalui jalur darat. Helikopter tersebut akan dioperasikan untuk dropping logistik sesuai kebutuhan dan kondisi wilayah terdampak di Flores.

Bantuan yang disalurkan mencakup sembako dan kebutuhan dasar lainnya untuk mendukung warga selama menjalani masa pengungsian akibat gempa. Penyaluran dilakukan bertahap dengan mempertimbangkan kebutuhan masyarakat serta kondisi akses menuju lokasi terdampak.

Seluruh dukungan penanganan bencana selanjutnya dilaksanakan terpadu melalui koordinasi BNPB bersama pemerintah daerah, TNI, Polri, dan unsur terkait. Sinergi tersebut diarahkan untuk mempercepat pemenuhan kebutuhan warga sekaligus memastikan pelayanan dasar tetap berjalan selama darurat.

Kehadiran pejabat utama Polri di Reo menunjukkan perhatian terhadap kondisi pengungsi dan kebutuhan penanganan korban gempa secara langsung. Peninjauan lapangan juga memungkinkan petugas mengidentifikasi kebutuhan yang belum terpenuhi berdasarkan kondisi masyarakat di posko pengungsian.

Polri memastikan dukungan personel.

kesehatan, SAR, komunikasi, kelistrikan, serta logistik terus disiapkan selama masyarakat membutuhkan pelayanan darurat. Langkah tersebut dilakukan untuk membantu masyarakat menghadapi dampak gempa sekaligus mendukung proses pemulihan pascabencana di wilayah Flores.

Dengan dukungan berbagai unsur, penanganan pengungsi di Reo diarahkan tetap terkoordinasi dan responsif terhadap perkembangan kebutuhan masyarakat terdampak. BNPB bersama pemerintah, TNI, Polri, dan seluruh unsur terkait akan terus memperkuat pelayanan hingga persoalan darurat tertangani.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....