Gempa Berulang, Warga Maukaro Kesulitan Air Bersih

  • 20 Agt 2026 14:44 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Ende – Gempa bumi yang mengguncang Flores pada Sabtu, 15 Agustus 2026, disusul gempa susulan yang masih terjadi hingga kini, membuat warga pesisir utara Pulau Flores di Kecamatan Maukaro, Kabupaten Ende, memilih bertahan di tenda pengungsian. Kondisi tersebut terutama dialami warga di Desa Kebirangga, Nabe, Kobaleba, dan Kolikapa yang masih khawatir terhadap ancaman gempa susulan.

Sebagian besar pengungsi merupakan perempuan dan anak-anak, termasuk bayi, balita, ibu hamil, serta lanjut usia. Mereka bertahan di tenda-tenda darurat dengan perlengkapan terbatas sambil menunggu situasi dinilai aman untuk kembali ke rumah.

Di tengah kondisi tersebut, warga mulai menghadapi persoalan baru berupa keterbatasan akses terhadap air bersih. Kerusakan jaringan perpipaan akibat gempa membuat distribusi air ke sejumlah permukiman terdampak terganggu.

Merespons kondisi itu, PDI Perjuangan menyalurkan bantuan air bersih kepada warga Desa Kebirangga dan Desa Nabe, Kecamatan Maukaro, pada Rabu, 19 Agustus 2026. Bantuan tersebut ditujukan untuk memenuhi kebutuhan dasar pengungsi yang masih bertahan di lokasi pengungsian.

Sekretaris DPC PDI Perjuangan Kabupaten Ende, Vinsen Sangu, mengatakan kerusakan infrastruktur perpipaan menjadi salah satu penyebab masyarakat kesulitan mendapatkan air bersih. Menurutnya, kebutuhan air menjadi semakin mendesak karena warga masih berada dalam situasi darurat pascagempa.

"Jiwa kemanusiaan kami bergejolak melihat ibu hamil, ibu menyusui, bayi dan balita terbaring di tenda-tenda pengungsian dengan peralatan dan perlengkapan seadanya," ujar Vinsen. Ia menyebut keberadaan lansia dan anak-anak di tenda darurat turut menjadi perhatian dalam penanganan kebutuhan dasar warga terdampak.

Vinsen mengingatkan, persoalan air bersih tidak boleh dibiarkan berlarut karena dapat menimbulkan dampak lanjutan bagi kesehatan dan kehidupan masyarakat. Karena itu, bantuan air bersih dinilai penting untuk menjaga kebutuhan warga selama masa tanggap darurat.

Selain air bersih, PDI Perjuangan juga menyerahkan sejumlah tandon untuk menampung air bagi pengungsi, khususnya di Desa Kebirangga dan Desa Nabe. Fasilitas tersebut diharapkan membantu warga menyimpan persediaan air sekaligus memudahkan pemenuhan kebutuhan sehari-hari di lokasi pengungsian.

Penyaluran bantuan dihadiri Ketua DPD PDI Perjuangan NTT Yunus Takandewa, Sekretaris DPC PDI Perjuangan Kabupaten Ende Vinsen Sangu, Wakil Ketua Bidang Pemerintah, Legislatif dan Otonomi Daerah DPC PDI Perjuangan Kabupaten Ende Ferdinandus Watu, serta pengurus partai di Kecamatan Maukaro. Bantuan ini menjadi bagian dari upaya membantu masyarakat memenuhi kebutuhan dasar selama menghadapi dampak gempa yang masih berlangsung.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....