Pascagempa Sikka, Penanganan dan Kunjungan Wapres Disiapkan
- 20 Agt 2026 14:42 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Sikka – Penanganan pascagempa di Kabupaten Sikka terus diperkuat pemerintah daerah bersama BNPB, TNI-Polri, Basarnas, BMKG, dan seluruh unsur terkait. Di tengah upaya pemulihan, pemerintah juga mematangkan kesiapan menyambut rencana kunjungan Wakil Presiden Republik Indonesia ke Sikka.
Langkah tersebut dibahas dalam rapat koordinasi Forkopimda di Poslog BPBD Kabupaten Sikka, Jalan Mawar, Kelurahan Madawat, Kecamatan Alok, Rabu 19 Agustus 2026 malam. Rapat yang berlangsung pukul 22.41 hingga 23.25 WITA itu dipimpin Bupati Sikka Juventus Prima Yoris Kago bersama Direktur Penanganan Darurat Wilayah III BNPB Nelwan Harahap dan Tenaga Ahli BNPB Mayjen Denny Herman.
Dalam rapat tersebut, pemerintah memaparkan perkembangan korban, kerusakan bangunan, kondisi pengungsi, serta ketersediaan logistik sebagai dasar menentukan langkah penanganan berikutnya. Hingga saat ini, enam warga dilaporkan meninggal dunia, sementara 33 orang lainnya masih menjalani perawatan medis.
Kondisi kesehatan pengungsi turut menjadi perhatian karena terjadi peningkatan kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA). Pemerintah menyiapkan pembagian masker di sejumlah lokasi pengungsian, sementara pelayanan kesehatan tetap dipantau agar persoalan tersebut tidak berkembang menjadi masalah baru.
Distribusi kebutuhan dasar juga terus berjalan dengan cakupan seluruh 21 kecamatan di Kabupaten Sikka. BNPB meminta bantuan disalurkan secara efektif, tepat waktu, dan berdasarkan kebutuhan nyata masyarakat terdampak, termasuk kelompok rentan seperti bayi, balita, lansia, ibu hamil, ibu menyusui, penyandang disabilitas, serta orang dengan gangguan jiwa
Selain kebutuhan dasar, pemulihan fasilitas vital menjadi perhatian pemerintah dan BNPB. Telekomunikasi, listrik, air bersih, serta bangunan yang mengalami kerusakan berat didorong segera ditangani karena berpengaruh langsung terhadap keselamatan warga dan kelancaran pelayanan darurat.
Sektor pendidikan juga masih menyesuaikan diri dengan kondisi pascagempa. Dinas PKO Kabupaten Sikka menyampaikan kegiatan pembelajaran sementara dilakukan secara jarak jauh untuk menjaga keberlangsungan pendidikan ketika situasi belum sepenuhnya pulih.
Kewaspadaan terhadap gempa susulan juga belum dapat diturunkan karena BMKG Sikka mencatat 312 kali gempa susulan setelah gempa utama. BNPB mendorong masyarakat terus meningkatkan kesiapsiagaan, termasuk memahami langkah evakuasi mandiri jika kembali terjadi guncangan.
Di sisi lain, persiapan kunjungan Wakil Presiden RI mulai dilakukan dengan memetakan sejumlah lokasi yang direncanakan menjadi titik kunjungan. Dandim 1603/Sikka Letkol Arm Denny Riesta Permana menyebut SDI Wairklau, Pelabuhan L. Say, Gereja St. Maria Magdalena Nangahure, RSUD T.C. Hilers, dan Pos Pengungsian Gelora Samador sebagai lokasi yang disiapkan.
BNPB mengingatkan kesiapan kunjungan tidak berhenti pada aspek seremoni, tetapi harus mampu menggambarkan kondisi nyata masyarakat terdampak dan perkembangan penanganan di lapangan. Karena itu, setiap titik kunjungan diminta memiliki personel yang memahami situasi serta dapat menjelaskan kebutuhan dan progres pemulihan secara jelas.
Bupati Sikka Juventus Prima Yoris Kago mengapresiasi dukungan BNPB, Forkopimda, OPD, TNI-Polri, Basarnas, BMKG, dan seluruh pihak yang terlibat dalam penanganan bencana. Menurutnya, pemulihan membutuhkan koordinasi erat dan kecepatan mengambil keputusan agar kebutuhan warga benar-benar tertangani.
Dengan korban yang masih menjalani perawatan, kasus ISPA yang meningkat, ratusan gempa susulan, serta kerusakan bangunan dan fasilitas vital yang harus dipulihkan, pekerjaan penanganan pascagempa masih panjang. Pemerintah memastikan koordinasi terus dilakukan agar bantuan, pelayanan, dan pemulihan dapat bergerak seiring dengan kebutuhan masyarakat Sikka.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....