Bantuan Gempa Terus Disalurkan ke 21 Wilayah di Sikka

  • 20 Agt 2026 14:15 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Sikka – Distribusi bantuan bagi masyarakat terdampak gempa bumi di Kabupaten Sikka terus dilakukan sejak Minggu, 16 Agustus 2026. Penyaluran bantuan menyasar Pulau Palue dan 20 kecamatan lainnya, dengan proses distribusi bahkan berlangsung hingga sekitar pukul 03.00 WITA.

Ketua Pos Komando Tanggap Darurat Gempa Bumi Tektonik Kabupaten Sikka, Margaretha Movaldes da Maga Bapa, mengatakan penyaluran logistik dilakukan secara bertahap berdasarkan kebutuhan di masing-masing wilayah terdampak.

“Pendistribusian logistik sudah dilakukan sejak Minggu, 16 Agustus 2026,” ujar Margaretha di Pos Komando Tanggap Darurat, Selasa, 18 Agustus 2026.

Menurutnya, setiap bantuan yang masuk ke posko langsung dicatat dan diproses untuk segera didistribusikan kepada masyarakat. Langkah tersebut dilakukan agar kebutuhan warga selama masa tanggap darurat dapat dipenuhi secara cepat dan terukur.

Khusus untuk Pulau Palue, distribusi bantuan dilakukan langsung oleh Bupati Sikka bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan Tim PLN Flores Bagian Timur. Sementara itu, penyaluran bantuan di 20 kecamatan lainnya dilakukan secara serentak dengan melibatkan para pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD).

“Prosesnya berlangsung hingga sekitar pukul 03.00 WITA dan sampai saat ini masih terus berlanjut,” kata Margaretha.

Distribusi bantuan melibatkan Posko Komando Tanggap Darurat, BPBD, OPD, TNI-Polri, pemerintah kecamatan dan desa, serta berbagai unsur terkait lainnya.

Bantuan yang disalurkan mencakup kebutuhan pangan dan kebutuhan dasar masyarakat, seperti air mineral, beras, minyak goreng, mi instan, susu, gula, teh, kopi, telur, roti, biskuit, makanan bayi, bahan makanan mentah, paket sembako hingga nasi kotak.

Selain pangan, pemerintah juga menyalurkan berbagai perlengkapan untuk mendukung kebutuhan warga di lokasi pengungsian. Bantuan tersebut antara lain pembalut, popok bayi, sabun, tikar, selimut, terpal dan obat-obatan.

Untuk Pulau Palue, Pemkab Sikka juga menyalurkan lima tenda pengungsi berukuran 6 x 12 meter dan 146 tenda keluarga berukuran 4 x 4 meter. Bantuan tersebut dilengkapi 200 kasur lipat, 400 tikar, 400 selimut, 300 paket sembako, 100 kids ware, 10 genset, 100 hygiene kit, lima water tank, tiga baterai light power dan dua charger light power.

Penanganan kebutuhan masyarakat juga dilakukan di luar distribusi logistik gempa. Pemerintah menyalurkan air minum ke Desa Kringa hingga Senin, 17 Agustus 2026, setelah sumber air masyarakat tercemar akibat aktivitas erupsi Gunung Lewotobi.

Margaretha memastikan tidak terjadi penumpukan bantuan di Posko BPBD Kabupaten Sikka. Setiap logistik yang diterima langsung diproses untuk didistribusikan ke wilayah yang membutuhkan.

“Bantuan yang masuk langsung diproses untuk didistribusikan kepada masyarakat,” ujarnya.

Pemerintah Kabupaten Sikka memastikan distribusi logistik terus dilakukan selama masa tanggap darurat. Penyaluran diprioritaskan untuk memenuhi kebutuhan pangan, kesehatan, sanitasi, air bersih serta perlengkapan pengungsian bagi masyarakat terdampak gempa.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....