Mendagri Apresiasi Data Bencana Sikka, Minta Gerak Cepat
- 20 Agt 2026 14:11 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Sikka – Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian mengapresiasi kelengkapan dan detail data penanganan gempa bumi yang disusun Pemerintah Kabupaten Sikka. Namun, data tersebut diminta segera diterjemahkan menjadi langkah nyata untuk memenuhi kebutuhan pengungsi dan mempercepat pemulihan fasilitas publik yang rusak.
Tito menyampaikan hal tersebut saat meninjau Posko Bantuan Gawat Darurat Bencana Gempa Bumi di Kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sikka, Rabu, 19 Agustus 2026.
Dalam kunjungan tersebut, Plt. Sekda Sikka M. Movaldes Da Maga Bapa memaparkan perkembangan penanganan bencana, mulai dari kondisi korban terdampak, kerusakan bangunan, jumlah pengungsi hingga bantuan yang telah diterima.
Tito menilai penyajian data yang dilakukan Pemkab Sikka menjadi salah satu kekuatan dalam mendukung pengelolaan penanganan bencana. Menurutnya, data yang ditampilkan pemerintah daerah cukup lengkap dan terperinci.
“Saya mengapresiasi manajemen penanganan bencana Kabupaten Sikka yang bagus melalui tampilan data yang lengkap dan detail,” ujar Tito.
Ia menyebut, selama mengunjungi sejumlah kabupaten terdampak gempa, belum menemukan penyajian data penanganan bencana yang selengkap dan sedetail yang ditampilkan Pemkab Sikka.
Meski demikian, Tito mengingatkan agar pendataan tidak berhenti pada pencatatan kondisi di lapangan. Informasi tersebut harus menjadi dasar untuk mempercepat pelayanan kepada masyarakat yang masih membutuhkan bantuan.
Tito secara khusus meminta pemerintah memastikan kebutuhan dasar pengungsi, termasuk makanan, obat-obatan, popok dan tenda, dapat terpenuhi.
“Layani dengan baik kebutuhan masyarakat, baik makanan, obat-obatan, popok dan tenda,” tegasnya.
Selain kebutuhan pengungsi, Tito meminta data kerusakan fasilitas publik segera dikoordinasikan dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk diteruskan kepada kementerian teknis terkait.
Sejumlah fasilitas publik di Kabupaten Sikka dilaporkan terdampak gempa, di antaranya rumah ibadah, puskesmas dan sekolah.
Menurut Tito, penanganan kerusakan tersebut membutuhkan koordinasi lintas kementerian. Kerusakan rumah ibadah dapat dikoordinasikan dengan Kementerian Agama, fasilitas kesehatan dengan Kementerian Kesehatan, sementara kerusakan sekolah diteruskan kepada kementerian yang membidangi pendidikan.
Pemerintah pusat, kata Tito, siap mendukung proses rehabilitasi dan rekonstruksi terhadap fasilitas publik yang terdampak gempa.
Kunjungan Mendagri berlangsung di tengah proses penanganan dampak gempa bumi yang mengguncang Flores pada 15 Agustus 2026. Data yang telah dihimpun Pemkab Sikka diharapkan menjadi dasar untuk mempercepat pelayanan pengungsi sekaligus menentukan kebutuhan pemulihan fasilitas umum hingga tahap rehabilitasi dan rekonstruksi.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....