Halo RRI: Warga Ende Masih Keluhkan Logistik Lima Hari Pascagempa

  • 19 Agt 2026 19:09 WIB
  •  Ende

Sejumlah warga di Kabupaten Ende masih membutuhkan bantuan logistik dan akses jalan yang terganggu lima hari setelah gempa bumi magnitudo 7,7 mengguncang Flores pada Sabtu, 15 Agustus 2026.

Keluhan tersebut disampaikan warga melalui program Halo RRI, Rabu, 19 Agustus 2026, setelah jaringan komunikasi di sejumlah wilayah terdampak mulai kembali tersedia.

Warga Rajawawo, Desa Rapowawo, Desa Tanarhi, dan Desa Embuzhozo, Kecamatan Nangapanda, menyampaikan kebutuhan terhadap bahan pangan dan kebutuhan dasar. Bantuan yang diharapkan antara lain beras, sembako, susu bayi dan balita, popok bayi, serta air minum bersih.

Warga mengatakan keterbatasan komunikasi sebelumnya membuat kondisi di sejumlah wilayah belum dapat disampaikan secara luas. Mereka berharap bantuan dapat segera menjangkau masyarakat yang masih membutuhkan.

Keluhan serupa disampaikan warga Ngalupolo dan sejumlah desa di sekitarnya. Longsor yang terjadi di jalur Trans Ende-Ngalupolo pascagempa dilaporkan masih mengganggu akses transportasi.

Kondisi tersebut berdampak terhadap mobilitas warga serta distribusi bahan makanan dan air minum. Masyarakat berharap penanganan material longsor dapat segera dilakukan sehingga akses transportasi kembali terbuka.

Menanggapi keluhan warga, Kepala BPBD Kabupaten Ende Marselus Eclesianus Meta mengatakan pemerintah terus menyalurkan bantuan kepada masyarakat terdampak.

Menurutnya, distribusi dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kondisi dan tingkat kebutuhan di masing-masing wilayah.

“Memang sampai dengan hari ke-5 ini kami terus berusaha untuk menyalurkan bantuan secara baik, secara terukur, sesuai dengan prioritas pelayanan,” kata Marselus.

Ia menjelaskan, penyaluran bantuan dilakukan melalui mekanisme berjenjang dengan melibatkan jaringan pemerintahan dan aparat di wilayah. Camat, Babinsa, Bhabinkamtibmas, serta pemerintah desa dilibatkan untuk membantu memastikan bantuan diterima masyarakat yang membutuhkan.

Marselus mengakui keterbatasan kapasitas dan proses distribusi menjadi tantangan dalam penanganan pascagempa. Karena itu, masyarakat diminta bersabar sembari pemerintah mempercepat penyaluran bantuan yang telah tersedia di gudang logistik.

“Bantuan yang masuk juga terus berjalan, tetapi kami pastikan bahwa setiap hari kami usahakan gudang logistik kami itu selesai. Jadi barang-barang itu bergeser semua ke masyarakat yang membutuhkan,” ujarnya.

BPBD Ende memastikan penyaluran bantuan terus dilakukan dengan menyesuaikan kondisi wilayah dan prioritas kebutuhan masyarakat. Pemerintah juga terus berkoordinasi dengan unsur terkait untuk mendukung penanganan dampak gempa, termasuk di wilayah yang masih mengalami kendala akses.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....