Pendekatan Spiritual Bantu Santri Walisanga Pulihkan Kecemasan
- 19 Agt 2026 19:29 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Ende – Sebanyak 98 santri Pondok Pesantren Walisanga mulai tenang setelah sempat mengalami kecemasan dan kesedihan akibat gempa bumi yang mengguncang wilayah Ende. Pendampingan dari pengelola pesantren membantu para santri, terutama santri baru, beradaptasi dengan kondisi darurat pascabencana.
Ketua Yayasan Pondok Pesantren Walisanga, Nona, mengatakan kondisi psikologis para santri pada hari pertama gempa cukup terguncang. Santri baru menjadi kelompok yang membutuhkan pendampingan lebih karena belum terbiasa menghadapi situasi darurat.
“Hari pertama mereka sempat sedih. Saya masuk dan beri pengertian bahwa kita harus menguasai diri dalam menghadapi alam,” ujar Nona kepada RRI, Selasa, 18 Agustus 2026.
Pendekatan spiritual dan pemberian motivasi dilakukan secara berkelanjutan untuk membantu para santri mengendalikan rasa takut. Menurut Nona, kondisi tersebut perlahan membaik setelah santri mendapat penguatan dan diarahkan untuk lebih mendekatkan diri kepada Tuhan.
Ia mengatakan kondisi santri juga terbantu karena mereka tidak menggunakan telepon seluler secara bebas. Hal tersebut membuat para santri tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi, termasuk isu mengenai ancaman tsunami.
Di tengah keterbatasan bahan pangan setelah gempa, para santri juga menunjukkan kemandirian dan kepedulian satu sama lain. Mereka berinisiatif memanfaatkan hasil kebun di sekitar pesantren dengan memetik sayuran untuk diolah dan dikonsumsi bersama.
Kegiatan tersebut sekaligus menjadi cara para santri mengisi waktu selama masih berada di tenda pengungsian. Kebersamaan dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari membantu menciptakan suasana yang lebih tenang di tengah kondisi pascabencana.
Dukungan dari lingkungan sekitar turut membantu pemulihan psikologis para santri. Bhabinkamtibmas Kelurahan Rukun Lima bersama camat setempat datang memberikan sosialisasi, dukungan moral, serta bantuan makanan ringan kepada para santri.
Pendampingan diharapkan terus dilakukan selama kondisi pesantren belum sepenuhnya kembali normal. Pengelola pesantren juga tetap memantau kondisi para santri dan memastikan kebutuhan mereka terpenuhi selama menjalani masa tanggap pascagempa.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....