Dukungan Psikososial, STIPAR Ende Siapkan Games untuk Anak Pengungsi
- 19 Agt 2026 19:25 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Ende – Games gerak monyet menjadi salah satu aktivitas yang disiapkan peserta dukungan psikososial untuk menciptakan suasana menyenangkan bagi anak-anak di lokasi pengungsian pascagempa.
Permainan tersebut dipraktikkan dalam simulasi dukungan psikososial di STIPAR Atma Reksa Ende, Rabu (19/8/2026), sebagai bagian dari persiapan sebelum peserta turun ke lokasi terdampak.
Salah satu mahasiswa STIPAR Atma Reksa Ende, Festus Modestus Igi, mengatakan simulasi permainan menjadi bagian dari latihan peserta sebelum berinteraksi langsung dengan anak-anak penyintas gempa.
Menurutnya, permainan dapat digunakan untuk membangun interaksi sekaligus menciptakan suasana yang lebih menyenangkan bagi anak-anak di tengah kondisi pengungsian.
“Permainan ini nantinya bisa digunakan untuk membangun interaksi dengan anak-anak sekaligus menciptakan suasana yang lebih menyenangkan di tengah kondisi pengungsian,” ujar Festus.
Ia menjelaskan, simulasi diikuti 11 peserta yang terdiri atas dosen dan mahasiswa. Para peserta berlatih sejumlah aktivitas yang nantinya dapat digunakan saat memberikan dukungan psikososial kepada penyintas, khususnya anak-anak.
Festus mengatakan, salah satu permainan dilakukan dengan membentuk peserta dalam satu barisan. Peserta yang berada paling depan bertugas sebagai penebak, sedangkan peserta paling belakang menjadi orang pertama yang menerima kata kunci berupa sebuah gerakan.
Peserta paling belakang kemudian menyentuh peserta di depannya dan memperagakan gerakan tanpa menyebutkan namanya. Gerakan tersebut diteruskan dari satu peserta ke peserta berikutnya hingga mencapai peserta paling depan.
Dalam simulasi tersebut, gerakan yang digunakan adalah gerakan monyet. Peserta paling depan kemudian diminta menebak gerakan yang diterimanya setelah melalui rangkaian peragaan dari peserta lainnya.
Menurut Festus, permainan tersebut tidak hanya bertujuan menghibur, tetapi juga melatih komunikasi dan kerja sama melalui aktivitas sederhana. Permainan diharapkan dapat membantu peserta lebih mudah berinteraksi dengan anak-anak ketika berada di lokasi pengungsian.
Ia berharap latihan simulasi tersebut menjadi bagian dari persiapan dukungan psikososial sebelum peserta diterjunkan ke lokasi terdampak gempa. Melalui kegiatan ini, peserta diharapkan mampu menghadirkan aktivitas yang menyenangkan dan sesuai dengan kebutuhan penyintas, khususnya anak-anak.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....