Kontaong Tak Sekadar Silat Kampung tapi Media Pendidikan Karakter
- 19 Agt 2026 19:32 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Lembata – Tradisi Kontaong masyarakat adat Edang tidak hanya berkaitan dengan kemampuan bela diri. Tradisi tersebut juga memiliki nilai keberanian, kedisiplinan, kebersamaan, tanggung jawab, dan penghormatan terhadap sesama.
Hal itu disampaikan Wakil Bupati Lembata H. Muhamad Nasir saat membuka Festival Kontaong 2026 di Desa Hoelea 1, Kecamatan Omesuri, Jumat 14 Agustus 2026. Festival tersebut menjadi bagian dari upaya menghidupkan kembali tradisi silat kampung masyarakat adat Edang.
Nasir mengatakan budaya memiliki hubungan erat dengan pembentukan karakter generasi muda. Karena itu, Kontaong perlu ditempatkan sebagai bagian dari proses pendidikan, bukan hanya sebagai pertunjukan budaya.
“Sesungguhnya momentum sore hari ini bukan hanya untuk menyaksikan festival. Lebih dari itu, kita sedang membangun ingatan kolektif bahwa budaya merupakan bagian daripada pendidikan karakter,” ujarnya.
Menurut Wabup, kemampuan dan keberanian yang diperoleh melalui Kontaong harus digunakan secara bertanggung jawab. Seorang pesilat tidak hanya dituntut memiliki kemampuan fisik, tetapi juga harus mampu mengayomi dan melindungi sesama.
Nilai tersebut dinilai semakin penting di tengah perubahan sosial dan perkembangan teknologi. Kemajuan teknologi, termasuk kecerdasan artifisial, menurutnya tetap membutuhkan kecerdasan moral dan sosial yang bersumber dari nilai budaya.
Wabup Nasir mengingatkan masyarakat agar modernisasi tidak membuat generasi muda kehilangan identitas. Kemajuan material perlu berjalan bersama dengan penguatan karakter agar masyarakat tetap memiliki akar budaya yang kuat.
Festival Kontaong menjadi salah satu ruang untuk mempertemukan nilai budaya dengan kehidupan generasi muda. Melalui kegiatan tersebut, nilai disiplin, sportivitas, keberanian, kerendahan hati, dan persaudaraan dapat diperkenalkan melalui tradisi yang diwariskan masyarakat Edang.
Penguatan nilai tersebut membutuhkan keterlibatan keluarga, komunitas adat, sekolah, pemerintah, dan generasi muda. Dengan demikian, Kontaong tidak hanya bertahan sebagai warisan masa lalu, tetapi dapat tetap memiliki fungsi dalam kehidupan masyarakat saat ini.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....