Siswa Asrama di Ende Dipulangkan, Tenda Darurat Disiapkan

  • 19 Agt 2026 12:57 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Ende – Sejumlah asrama sekolah di Kabupaten Ende mempersilakan siswa pulang ke rumah menyusul masih berlangsungnya gempa susulan di Pulau Flores. Kebijakan tersebut diambil karena banyak orang tua khawatir terhadap keselamatan anak selama situasi tanggap darurat gempa berlangsung.

Di Asrama Putri Santa Angela Ende dan Asrama Putri SMPK Santa Ursula Ende, sebagian besar siswa telah kembali ke kampung halaman masing-masing. Namun, siswa yang tidak memungkinkan pulang tetap diperbolehkan tinggal dan mendapat fasilitas tenda darurat di halaman Santa Ursula.

Suster Penanggung Jawab kedua asrama, Sr. Fina Ule OSU, mengatakan keputusan kepulangan siswa dilakukan berdasarkan permintaan dan pertimbangan orang tua. Pihak asrama juga tetap terbuka menerima kembali siswa yang telah pulang apabila kondisi rumah atau kampung halaman mereka tidak memungkinkan.

“Bagi anak-anak yang tidak bisa pulang, kami siapkan tenda darurat di halaman Santa Ursula, dan kebutuhan makan minum tetap kami layani,” ujar Sr. Fina OSU saat diwawancarai RRI Selasa 18 Agustus 2026.

Sr. Fina Ule OSU saat diwawancarai RRI Selasa 18 Agustus 2026 di Asrama Santa Angela Ende. (Foto: RRI/Rico)

Sebagian siswa memilih tetap berada di asrama karena kondisi rumah atau kampung halaman mereka lebih terdampak gempa. Selain kerusakan, akses jalan menuju sejumlah kampung juga menjadi pertimbangan siswa untuk tidak pulang.

Jumlah penghuni kedua asrama putri tersebut kini berkurang cukup signifikan dibandingkan kondisi sebelumnya. Asrama Putri SMPK Santa Ursula saat ini dihuni sekitar 50 siswa, sedangkan Asrama Putri Santa Angela Ende menyisakan sekitar 20 siswa.

Kondisi serupa terjadi di Asrama Putra SMAK Frateran Ndao Ende dengan sebagian siswa memilih pulang setelah dijemput orang tua. Fr. M. Fransisco BHK mengatakan siswa yang tidak pulang tetap diperbolehkan tinggal di asrama dengan mendirikan tenda darurat di halaman.

“Bagi yang tidak bisa pulang, tetap bisa tinggal di asrama dengan membangun tenda darurat, dan kebutuhan mereka masih mencukupi,” ucapnya.

Halaman asrama putra SMAK Frateran Ndao Ende dan juga tenda darurat yang dibangun di halaman asrama. (Foto: RRI/Rico)

Dari total 89 penghuni, saat ini sekitar 10 siswa masih bertahan di Asrama Putra SMAK Frateran Ndao. Pihak asrama memastikan kebutuhan siswa yang masih tinggal tetap mencukupi dan membuka kesempatan bagi siswa untuk kembali jika kondisi di kampung halaman tidak nyaman.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....