Dirjen SDA Tinjau Jalan Terdampak Gempa di Palue

  • 19 Agt 2026 10:05 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Sikka – Pemerintah pusat turun langsung meninjau dampak gempa di Kecamatan Palue, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, khususnya kerusakan infrastruktur jalan yang menghambat mobilitas warga. Peninjauan dilakukan Direktur Jenderal Sumber Daya Air Kementerian Pekerjaan Umum Mayjen TNI (Purn.) Arnold Aristoteles Paplapna Ritiauw, Senin 17 Agustus 2026.

Rombongan Dirjen SDA tiba di Palue sekitar pukul 14.00 WITA menggunakan helikopter DERAZONA BNPB PK-DBM dan mendarat di helipad Lapangan Futsal Reruwaerere, Desa Reruwaere. Kedatangan rombongan disambut Bupati Sikka bersama jajaran Forkopimda dan unsur pemerintah Kecamatan Palue.

Agenda utama kunjungan tersebut adalah melihat langsung kondisi jalan poros yang terdampak gempa. Pemerintah pusat ingin memperoleh gambaran faktual mengenai tingkat kerusakan sekaligus kebutuhan penanganan infrastruktur di wilayah kepulauan itu.

Dari lokasi pendaratan, rombongan bergerak menuju jalan poros desa yang menjadi akses penting bagi masyarakat Palue. Jalur tersebut menghubungkan Desa Ladolaka, Tuanggeo, Rokirole, dan Nitunglea yang turut terdampak gempa.

Peninjauan lapangan dilakukan untuk memastikan kondisi kerusakan tidak hanya mengandalkan laporan administratif. Kondisi jalan secara langsung menjadi bahan penting dalam memetakan kebutuhan pemulihan, termasuk untuk mendukung distribusi logistik, pelayanan pemerintahan, aktivitas ekonomi, dan akses layanan darurat.

Dalam kunjungan itu, Bupati Sikka turut mendampingi bersama Danlanal Maumere, Kasdim 1603 Sikka, Waka Polres Sikka Kompol Marselus Yugo Amboro, S.I.K., Kapolsek Alok, dan Camat Palue. Kehadiran lintas unsur tersebut sekaligus memperkuat koordinasi penanganan pascagempa di wilayah yang aksesnya sangat bergantung pada kondisi infrastruktur.

Sekitar pukul 14.40 WITA, rombongan menyelesaikan peninjauan jalan poros dan kembali menuju helipad Lapangan Futsal Reruwaerere. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman dan lancar dengan dukungan pengamanan serta koordinasi antarlembaga.

Bagi masyarakat Palue, jalan poros bukan sekadar infrastruktur penghubung antardesa, tetapi menjadi jalur utama untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Gangguan pada akses tersebut dapat memperlambat pergerakan warga sekaligus menyulitkan pengiriman bantuan dan kebutuhan pokok ke wilayah terdampak.

Peninjauan langsung pemerintah pusat diharapkan menjadi pijakan dalam menentukan langkah perbaikan yang tepat dan terukur. Temuan di lapangan juga menjadi bagian dari pemetaan kebutuhan agar pemulihan infrastruktur pascagempa dapat dilakukan berdasarkan kondisi nyata.

Setelah seluruh agenda selesai, sekitar pukul 15.10 WITA rombongan Dirjen SDA Kementerian Pekerjaan Umum meninggalkan Palue menuju Bandara Frans Seda, Maumere. Kunjungan tersebut menegaskan bahwa pemulihan pascagempa tidak hanya menyangkut penanganan korban dan bantuan logistik, tetapi juga memastikan akses vital masyarakat kembali berfungsi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....