Bhayangkari Ende Salurkan Bantuan untuk Pasien Terdampak Gempa di RSUD Ende

  • 18 Agt 2026 19:25 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Ende - Polres Ende bersama Bhayangkari Cabang Ende menyambangi pasien terdampak gempa yang menjalani perawatan di tenda darurat RSUD Ende. Kunjungan pada Selasa, 18 Agustus 2026 itu dilakukan untuk menyerahkan bantuan sekaligus menguatkan pasien selama masa pemulihan.

Didampingi Ketua Bhayangkari Cabang Ende Ny. Yuke Yudhi dan Direktur RSUD Ende, ia berdialog dengan pasien secara langsung. Pertemuan tersebut berlangsung di Kelurahan Paupire, Kecamatan Ende Tengah, ketika sejumlah pasien masih menjalani perawatan di tenda sementara.

Bantuan disalurkan Bhayangkari berupa 10 paket parsel berisi makanan ringan dan minuman sehat kepada 10 pasien terdampak gempa. Kapolres mengatakan bantuan diberikan untuk menjaga semangat pasien, terutama mereka yang memiliki riwayat penyakit tertentu selama pemulihan berlangsung.

Menurut Yudhi, kondisi darurat tidak boleh mengurangi perhatian terhadap kebutuhan medis dan dukungan psikologis pasien yang terdampak bencana. Ia berharap pasien tetap optimistis, segera pulih, dan dapat kembali menjalani aktivitas normal setelah situasi kebencanaan berangsur membaik.

Ketua Bhayangkari Ny. Yuke Yudhi menyebut bantuan tersebut sekaligus menjadi pesan agar pasien tidak merasa sendiri menghadapi masa sulit. Ia mengingatkan masyarakat tetap tenang, tidak panik, namun waspada terhadap kemungkinan gempa susulan yang dapat terjadi kapan saja.

Selain bantuan makanan, kehadiran rombongan kepolisian dan Bhayangkari juga dimanfaatkan untuk mendengarkan keluhan pasien serta tenaga medis setempat. Interaksi langsung itu membuat suasana perawatan di tenda darurat lebih cair, sekaligus membuka ruang komunikasi mengenai kebutuhan pasien.

Direktur RSUD Ende turut mendampingi kegiatan tersebut, sementara pelayanan medis kepada pasien tetap berjalan selama kunjungan berlangsung seperti biasa. Kegiatan ditutup dengan pesan agar dukungan kepada korban terus berjalan, terutama bagi pasien yang masih membutuhkan layanan dan pendampingan.

Para pasien dan tenaga medis menyambut kunjungan itu dengan hangat, sementara bantuan diharapkan meringankan beban selama masa pemulihan. Langkah ini menunjukkan penanganan pascabencana tidak berhenti pada layanan medis, tetapi juga menyentuh kebutuhan kemanusiaan pasien dan keluarganya

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....