Program TEKAD Perkuat Produk Lokal Manggarai

  • 18 Agt 2026 19:29 WIB
  •  Ende
Poin Utama
  • Program Transformasi Ekonomi Kampung Terpadu (TEKAD) terus mendorong pengembangan produk unggulan desa di Kabupaten Manggarai.
  • Kepala Bidang Pembangunan Desa Dinas PMD Kabupaten Manggarai, Paul Gani, mengatakan program TEKAD memberdayakan masyarakat melalui pengembangan produk unggulan sesuai potensi masing-masing desa.
  • Paul mengatakan tantangan utama yang masih dihadapi kelompok tani adalah memperluas akses pasar.
  • Menurutnya, pengembangan produk lokal tidak hanya meningkatkan nilai tambah hasil pertanian, tetapi juga membuka peluang agar produk Manggarai mampu menembus pasar nasional hingga luar negeri.

RRI.CO.ID, Manggarai – Program Transformasi Ekonomi Kampung Terpadu (TEKAD) terus mendorong pengembangan produk unggulan desa di Kabupaten Manggarai. Program tersebut diarahkan untuk meningkatkan nilai tambah produk lokal sekaligus memperkuat daya saing masyarakat desa.

Kepala Bidang Pembangunan Desa Dinas PMD Kabupaten Manggarai, Paul Gani, mengatakan program TEKAD memberdayakan masyarakat melalui pengembangan produk unggulan sesuai potensi masing-masing desa. Pendampingan diberikan sejak tahap perencanaan, pengolahan, pengemasan, pelabelan, hingga pemasaran produk.

Menurut Paul, sejumlah produk telah dikembangkan kelompok tani binaan program TEKAD. “Produk tersebut antara lain jahe merah, beras kemasan Molas Manggarai, kopi robusta, abon, Koja Rai berbahan kacang tanah, bubuk cabai, saus tomat, minyak cengkeh dan minyak kemiri”, ujarnya, saat diwawancara bersama Pro 1 RRI Ende pada Kamis, 13 Agustus 2026.

Ia menjelaskan, pengembangan produk dilakukan melalui pelatihan teknis, demonstrasi plot, Rumah Inovasi Teknologi Desa, serta dana investasi kompetitif. Pendekatan tersebut memberikan kesempatan kepada petani dan kelompok masyarakat untuk belajar sekaligus mempraktikkan teknologi budidaya dan pengolahan pascapanen.

Paul mengatakan tantangan utama yang masih dihadapi kelompok tani adalah memperluas akses pasar. Karena itu, kelompok didorong mengikuti berbagai kegiatan promosi, termasuk festival dan kegiatan car free day, serta memanfaatkan platform digital untuk memperkenalkan produk kepada masyarakat luas.

Ia menambahkan, penguatan identitas produk menjadi hal penting agar produk lokal Manggarai mampu bersaing di pasar yang lebih luas. Kualitas produk, kemasan, branding, serta pemasaran melalui platform digital perlu terus diperkuat dengan dukungan pemerintah, dunia usaha, masyarakat, dan berbagai pihak terkait.

Paul berharap produk unggulan yang telah dikembangkan dapat direplikasi oleh desa-desa lain sesuai potensi masing-masing. Menurutnya, pengembangan produk lokal tidak hanya meningkatkan nilai tambah hasil pertanian, tetapi juga membuka peluang agar produk Manggarai mampu menembus pasar nasional hingga luar negeri.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....