Mendagri Prioritaskan Pemulihan Korban Gempa Flores
- 18 Agt 2026 15:33 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Ende – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) RI Muhammad Tito Karnavian turun langsung memantau kondisi warga terdampak gempa bumi yang mengguncang Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur, Sabtu 15 Agustus 2026. Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan penanganan masa tanggap darurat berjalan cepat, terutama dalam memenuhi kebutuhan dasar masyarakat.
Tito Karnavian bersama rombongan tiba di Bandara Haji Hasan Aroeboesman Ende, Selasa 18 Agustus 2026 sekitar pukul 10.00 WITA. Kedatangannya disambut Bupati Ende, Ketua DPRD Ende, serta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Ende.
Sebelum melanjutkan perjalanan ke Kabupaten Nagekeo, Tito menggelar rapat koordinasi bersama Pemerintah Kabupaten Ende di ruang kerja Kepala Bandara Ende. Pertemuan tersebut membahas perkembangan penanganan bencana serta langkah yang perlu segera dilakukan di wilayah terdampak.
Tito mengatakan, Presiden sejak 16 Agustus 2026 telah menginstruksikan sejumlah menteri dan pimpinan lembaga untuk turun langsung ke lokasi bencana. Pemerintah memprioritaskan penanganan di sejumlah kabupaten terdampak berat, antara lain Manggarai Barat, Manggarai, Manggarai Timur, Ngada, Nagekeo, Ende, dan Sikka.
Menurut Tito, kunjungan lapangan diperlukan untuk mengevaluasi kondisi secara langsung dan menentukan lokasi yang membutuhkan penanganan segera. Pemerintah juga memetakan kerusakan jalan, wilayah yang masih mengalami pemadaman listrik, serta kebutuhan lain yang harus segera dipulihkan.
“Yang sakit harus diobati, yang meninggal keluarganya disantuni. Kebutuhan warga terdampak atau korban yang mengungsi seperti sembako, selimut dan obat-obatan itu yang paling utama harus segera diatasi,” ujar Tito.
Selain kebutuhan dasar, pemerintah juga memprioritaskan pemulihan infrastruktur seperti jalan, jembatan, jaringan listrik, air bersih, dan jaringan internet. Tito menegaskan akses menuju wilayah terdampak harus segera dibuka agar distribusi bantuan dan pelayanan kepada masyarakat tidak terhambat.
“Kalau ada jembatan yang roboh harus diperbaiki, air minum harus segera diatasi,” katanya. Setelah kebutuhan mendasar dan kondisi darurat tertangani, pemerintah akan melanjutkan penanganan menuju masa transisi hingga tahap rehabilitasi dan rekonstruksi secara permanen.

Dalam perjalanan menuju Kabupaten Nagekeo, Tito menyempatkan diri memberikan santunan kepada keluarga Sisilia Payong, 70 tahun, warga Desa Ndorurea, Kecamatan Nangapanda, Kabupaten Ende, yang meninggal dunia akibat gempa. Santunan diterima langsung oleh anak almarhumah, Floriana Clara Kae.
Floriana menyampaikan terima kasih kepada pemerintah yang telah datang langsung menemui keluarga korban dan memberikan bantuan.
“Keluarga merasa bahagia dan terima kasih banyak kepada pemerintah sudah turun langsung dan memberikan bantuan. Kami tidak bisa membalas, hanya Tuhan yang tahu,” ujarnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....