Kemiskinan Lembata Turun, Pemerintah Fokus Perkuat Pembangunan Manusia

  • 18 Agt 2026 15:38 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Lembata – Pemerintah Kabupaten Lembata mencatat sejumlah perkembangan dalam pembangunan manusia dan pengurangan kemiskinan sepanjang 2025 hingga 2026. Bupati Lembata P. Kanisius Tuaq menyampaikan capaian tersebut dalam upacara HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Lapangan Upacara Kantor Bupati Lembata, Senin 17 Agustus 2026.

Bupati menyebut Indeks Pembangunan Manusia atau IPM Lembata tahun 2025 mencapai 69,70 poin. Angka tersebut meningkat dari 68,95 poin pada tahun sebelumnya. Jumlah penduduk miskin juga mengalami penurunan dari 37.720 jiwa atau 24,22 persen pada 2024 menjadi 36.780 jiwa atau 23,27 persen pada 2025.

Sementara kemiskinan ekstrem turun dari 12.598 jiwa atau 8,09 persen menjadi 8.964 jiwa atau 5,67 persen. Di bidang kesehatan, prevalensi stunting per Juli 2026 tercatat 11,13 persen.

Pemerintah Kabupaten Lembata menargetkan angka tersebut kembali ditekan hingga 7,2 persen pada akhir 2026. Bupati mengatakan capaian tersebut harus menjadi dasar untuk memperkuat pembangunan yang lebih merata.

Pemerintah daerah masih menghadapi tantangan berupa kemiskinan, stunting, HIV/AIDS, tuberkulosis, serta kekerasan terhadap perempuan dan anak. “Pembangunan harus dapat dirasakan seluruh masyarakat, termasuk mereka yang berada di wilayah pelosok, pesisir, pulau-pulau kecil, dan desa-desa yang jauh dari pusat pemerintahan,” ucap Bupati Kanis.

Selain pembangunan manusia, pemerintah juga akan memperkuat kemandirian ekonomi dan memperluas basis ekonomi masyarakat. Upaya tersebut dilakukan melalui penguatan sektor nelayan, pertanian, peternakan, investasi, serta peningkatan pendapatan asli daerah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....