Kado HUT ke-81 RI, Relawan K-Gibran Salurkan Bantuan bagi Korban Gempa di Manggarai
- 18 Agt 2026 08:09 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Manggarai – Bertepatan dengan Peringatan HUT RI ke-81, Relawan K-Gibran (Kami Anak Muda Indonesia Gigih dan Berani Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) NTT melakukan aksi peduli korban gemba di sejumlah kelurahan di Kecamatan Langke Rembong, Minggu 17 Agustus 2026.
Bantuan tersebut menyasar warga terdampak di sejumlah wilayah, di antaranya Kelurahan Woang, Wali, Golo Dukal, Karot, dan Carep. Sebanyak 150 kepala keluarga menerima paket sembako berupa beras 5 kilogram, satu papan telur, satu dus mi instan, serta kain selimut.
Aksi sosial tersebut dipimpin Ketua Relawan K-Gibran, Iwan Obo. Para relawan mendatangi langsung setiap wilayah terdampak untuk menyerahkan bantuan sekaligus menyapa dan memberikan motivasi kepada warga yang tengah menghadapi dampak bencana.
Salah satu wilayah yang pertama disambangi adalah Kelurahan Woang. Warga terlihat antusias menyambut kedatangan para relawan. Sejumlah warga mengaku bantuan tersebut menjadi bantuan pertama yang mereka terima sejak gempa mengguncang wilayah Manggarai.
Salah satunya Sofia Gunur (78). Rumahnya mengalami kerusakan parah akibat gempa. Ia mengaku selama ini baru sebatas didata oleh pemerintah melalui RT setempat, namun belum menerima bantuan.
“Bantuan pertama setelah gempa,” ujar Sofia.
Sofia mengaku bersyukur atas bantuan yang diterimanya. Ia berharap bantuan tersebut dapat meringankan beban warga yang terdampak bencana.
“Sangat senang, untuk hidup. Cobaan ini juga ujian bagi kita semua,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Wakil Presiden melalui Relawan K-Gibran yang telah hadir memberikan perhatian kepada warga terdampak gempa. Sofia berharap pemerintah juga segera memberikan bantuan kepada warga yang rumahnya mengalami kerusakan.
Setelah menyerahkan bantuan di Kelurahan Woang, Relawan K-Gibran melanjutkan aksi sosial ke Kelurahan Wali. Puluhan warga telah menunggu kedatangan relawan di kantor kelurahan.
Salah seorang warga Kelurahan Wali, Melania Di, mengaku telah berada di kantor kelurahan bersama warga lainnya sejak pukul 13.30 WITA. Sementara itu, para relawan tiba sekitar pukul 16.00 WITA.
Meski bantuan yang diterima tidak banyak, Melania tetap bersyukur karena ada pihak yang memberikan perhatian kepada warga terdampak gempa.
“Biar sedikit tapi ini namanya bantuan. Terima kasih, karena ada bantuan dari Relawan K-Gibran ini yang memperhatikan kami waktu ini. Masih musibah ini,” katanya.
Melania mengaku bantuan dari Relawan K-Gibran menjadi bantuan pertama yang diterimanya sejak gempa. Ia berharap pemerintah dapat memberikan bantuan material untuk memperbaiki rumah warga yang rusak.
“Kalau ada bantuan dari pemerintah, kami mengharapkan bantuan berupa semen, pasir, seng, besi beton,” ujarnya.
Sementara itu, Lurah Wali, Gregorius Ignatius Yusuf, mewakili masyarakat menyampaikan apresiasi atas kepedulian Relawan K-Gibran terhadap warga yang terdampak gempa.
“Saya atas nama saya punya warga di Kelurahan Wali mengucapkan terima kasih kepada relawan Kak Gibran. Kehadiran mereka pada hari ini sungguh-sungguh membuat hati warga saya senang," ungkapnya.
Dikatakan Gregorius, kehadiran Relawan K-Gibran di tengah duka akibat bencana memberikan harapan kepada warga bahwa mereka tidak sendirian. Menurutnya, kepedulian tersebut menjadi bentuk dukungan bagi masyarakat untuk bangkit dan pulih dari dampak gempa.
"Kehadiran relawan Kak Gibran setidaknya memberikan pengharapan bagi kami bahwa kami tidak sendirian. Ada tangan-tangan yang membantu supaya kami bisa, bisa pulih dari bencana yang kami hadapi,” katanya.
Ignatius mengakui, hingga saat ini bantuan dari pemerintah daerah belum diterima warga. Namun, pihak kelurahan telah memperoleh informasi bahwa bantuan pemerintah akan segera disalurkan kepada masyarakat yang terdampak bencana.
“Untuk bantuan dari pemerintah daerah sampai sekarang belum, tapi sudah ada informasi bahwa secepatnya nanti akan diberikan kepada korban bencana,” ujarnya.
Sementara, Ketua Relawan K-Gibran, Iwan Obo, mengapresiasi Wakil Presiden dan jajaran DPP K-Gibran atas perhatian serta penyaluran bantuan bagi korban gempa bumi di Flores. Ia berharap aksi kepedulian ini dapat menggugah pemerintah daerah, provinsi, dan pihak lainnya untuk turut membantu masyarakat terdampak.
“Harapan saya, langkah yang kita lakukan hari ini bisa membuka mata pemerintah daerah, pemerintah provinsi, atau siapa pun yang punya rasa peduli terhadap saudara-saudara kita yang mengalami dampak dari gempa ini,” ujar Iwan.
Iwan mengatakan, aksi kemanusiaan Relawan K-Gibran tidak akan berhenti pada penyaluran bantuan sembako. Pihaknya berencana melakukan aksi lanjutan, termasuk membantu memperbaiki rumah warga yang mengalami kerusakan akibat gempa melalui gerakan gotong royong.
“Besar harapan kita bahwa usaha dan perjuangan kita tidak sampai di hari ini. Harapan kita ke depannya kita bisa bergotong royong untuk memperbaiki rumah warga yang kemarin berantakan atau hancur,” katanya.
Ia menilai semangat gotong royong menjadi kekuatan penting dalam membantu masyarakat melewati masa sulit pascabencana. Menurutnya, persoalan seberat apa pun dapat diatasi apabila dikerjakan secara bersama-sama.
Selain aksi di lapangan, Relawan K-Gibran juga terus berkoordinasi dengan DPP K-Gibran untuk menyampaikan perkembangan kondisi masyarakat terdampak. Informasi dan dokumentasi dari lapangan akan menjadi bahan laporan untuk membuka peluang adanya bantuan lanjutan dari pusat.
Iwan mengatakan, kepedulian Relawan K-Gibran tidak hanya menyasar warga terdampak di Kecamatan Langke Rembong. Pihaknya berkomitmen menjangkau korban gempa di berbagai wilayah Flores dan NTT secara bertahap.
“Kita berbicara secara keseluruhan terhadap korban gempa Flores. Jadi kita tidak berbicara hanya khusus Langke Rembong. Kita berbicara secara keseluruhan,” ungkapnya.
Ia mengakui keterbatasan tenaga menjadi salah satu kendala dalam menjangkau seluruh wilayah terdampak. Karena itu, Iwan mengajak anak-anak muda di Daratan Flores dan pelosok NTT untuk bergabung menjadi relawan dan membantu masyarakat yang terdampak bencana.
Menurut Iwan, koordinasi dengan DPP K-Gibran juga terus dilakukan untuk memperluas jangkauan bantuan. Sejumlah wilayah seperti Reo, Pota, dan Cibal menjadi bagian dari perhatian relawan, selain wilayah Manggarai Barat dan daerah lainnya.
“Bukan hanya berbicara tentang Langke Rembong atau Manggarai. Kita berbicara keseluruhan. Cuma kita masih keterbatasan tenaga. Makanya step by step, pelan-pelan kita sentuh semuanya,” ucapnya.
Lebih lanjut, Iwan juga berharap adanya perhatian pemerintah terhadap warga terdampak dapat segera ditingkatkan. Menurutnya, kondisi psikologis masyarakat hingga kini masih terganggu akibat gempa yang terjadi.
“Harapan kita dengan langkah yang kita buat hari ini bisa menggugah hati pemerintah untuk lebih cepat merespons korban yang terdampak ini. Karena jujur sampai dengan detik ini pun rasa trauma itu masih tinggi,” katanya.
Untuk tahap awal, Relawan K-Gibran telah menyiapkan 150 paket sembako bagi warga terdampak. Bantuan tersebut menjadi bagian dari upaya meringankan beban masyarakat yang masih membutuhkan dukungan pascabencana.
Selain sembako, Iwan mengatakan pihaknya tengah mengupayakan penyediaan terpal untuk mendirikan posko darurat di setiap kelurahan. Posko tersebut nantinya dapat digunakan warga sebagai tempat berkumpul ketika kondisi rumah belum memungkinkan untuk ditempati.
“Jadi kita masih berupaya bagaimana caranya untuk mendapatkan terpal supaya nanti di setiap kelurahan itu ada posko. Posko ini tujuannya posko darurat. Jadi ketika kita tidak nyaman di rumah, kita bisa berkumpul di posko,” katanya.
Usai menyalurkan bantuan di Kelurahan Wali, para relawan melanjutkan pembagian paket sembako di Kelurahan Golo Dukal dan Karot. Sementara itu, untuk wilayah Kelurahan Carep, bantuan disalurkan secara door-to-door langsung ke rumah-rumah warga.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....