Mahasiswa S3 Undiksha Salurkan 1 Ton Beras di Manggarai dan Manggarai Timur

  • 18 Agt 2026 07:50 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Manggarai – Perkumpulan Mahasiswa Program Doktor Ilmu Pendidikan Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) Singaraja menyalurkan bantuan satu ton beras bagi warga terdampak gempa bumi di Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur, Senin 17 Agustus 2026. Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh Ismail Nasar, M.Pd., yang juga mahasiswa Program Doktor Ilmu Pendidikan di universitas tersebut.

Bantuan diberikan kepada dua pondok pesantren di Kecamatan Langke Rembong. Masing-masing ponpes menerima bantuan beras sebanyak 50 kilogram.

Selain pondok pesantren, bantuan juga menyasar masyarakat terdampak gempa di Kecamatan Wae Ri’i. Bagi warga yang mengungsi di tenda-tenda, bantuan disalurkan berdasarkan jumlah keluarga yang menempati setiap tenda dengan rata-rata setiap tenda menerima beras sebanyak 20 kilogram.

Kepada RRI, Ismail menceritakan bahwa bantuan tersebut berawal dari inisiatif dan rasa peduli Perkumpulan Mahasiswa S3 Unesa Bali, sekaligus sebagai bentuk aksi kemanusiaan bagi masyarakat yang terdampak bencana di Manggarai.

Ia menjelaskan bahwa aksi ini bermula dari kebiasaan rekan-rekannya yang kerap menggalang dana (urunan) setiap kali ada yang tertimpa musibah atau bencana. Mengingat Ismail berasal dari Manggarai yang saat ini sedang dilanda bencana, rekan-rekannya menganggapnya sebagai bagian dari pihak yang terdampak sehingga penggalangan dana tersebut dilakukan.

Namun, ia menegaskan bahwa secara pribadi dirinya sebenarnya tidak terdampak langsung oleh bencana tersebut.

"Kami punya kebiasaan itu, kalau ada yang mendapatkan musibah, baik kedukaan maupun bencana lainnya, nah, teman-teman itu urunan. Begitu ceritanya. Nah, saya dianggap korban karena saya orang Manggarai dan saat ini Manggarai kena bencana, toh? Mereka pikir saya juga terkena.dampa, taki sebenarnya saya pribadi tidak. Jujur, saya secara pribadi tidak," ungkapnya.

Sementara, untuk menentukan penerima bantuan, Ismail melakukan pendataan secara mandiri dengan berkeliling ke sejumlah wilayah di Kecamatan Wae Ri’i pascagempa. Penyaluran bantuan dilakukan secara bertahap karena beras diangkut menggunakan sepeda motor, mengingat akses dan kondisi medan menuju sejumlah lokasi terdampak juga cukup sulit.

Ismail menjelaskan, sebanyak 300 kilogram beras telah disalurkan dari total satu ton bantuan yang disiapkan. Bantuan tersebut juga disalurkan kepada warga di Desa Wae Mulu, Kecamatan Wae Ri’i.

“Yang sudah saya salurkan sementara ini 300 kilo. Pokoknya mudah-mudahan besok, paling lambat lusa, sudah saya salurkan satu ton itu,” katanya.

Selain di Kabupaten Manggarai, bantuan beras juga disiapkan untuk warga di Desa Golo Kempo, Kabupaten Manggarai Timur, sebanyak 100 kilogram. Penyaluran bantuan ke wilayah tersebut akan dilakukan melalui koordinasi dengan rekan-rekannya yang berada di lokasi.

Ismail berharap bantuan sederhana tersebut dapat membantu memenuhi kebutuhan pangan warga yang masih bertahan di tenda-tenda pengungsian maupun mereka yang terdampak langsung akibat gempa.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....