Pelindo Salurkan Bantuan Gempa Ende lewat Dua Jalur Laut
- 17 Agt 2026 21:46 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Ende - PT Pelabuhan Indonesia (Persero) menyalurkan bantuan kemanusiaan bagi masyarakat terdampak gempa di Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur. Bantuan tersebut dikirim melalui dua jalur laut, yakni Kupang dan Labuan Bajo, sebelum diserahkan kepada BPBD Kabupaten Ende, Senin 17 Agustus 2026.
BPBD kemudian akan mendistribusikan seluruh bantuan sesuai kebutuhan warga yang terdampak gempa dan mengalami gangguan aktivitas sehari-hari setempat. Pengiriman lewat laut dipilih untuk mempercepat mobilisasi logistik, terutama menuju wilayah yang membutuhkan pasokan segera setelah bencana terjadi.
Dari Labuan Bajo, Pelindo Terminal Petikemas (PTP) mengirim bantuan menggunakan kapal Ro-Ro Niki Mila Utama menuju Ende tersebut. Muatan bantuan itu terdiri atas 50 paket beras lima kilogram, 20 dus mi instan, dan 15 dus biskuit.
Selain kebutuhan pangan, PTP turut mengirim satu dus popok, 32 handuk, 20 kasur, dan 20 selimut bagi pengungsi. Rangkaian bantuan tersebut diangkut melalui jalur laut Labuan Bajo sebagai bagian dari respons cepat Pelindo terhadap kondisi darurat.
Sementara itu, Pelindo Regional 3 menyalurkan bantuan melalui Kupang dengan pengiriman menggunakan kapal milik ASDP menuju Ende juga. Bantuan dari jalur Kupang berupa 18 dus pop mie dan 100 dus mi instan untuk memenuhi kebutuhan pangan warga.
Setelah tiba di Ende, seluruh bantuan diserahkan kepada BPBD Kabupaten Ende untuk dikelola dan disalurkan kepada masyarakat terdampak. Penyerahan melalui BPBD dilakukan agar distribusi logistik dapat mengikuti pemetaan kebutuhan serta kondisi lapangan yang terus berubah dinamis.
General Manager Pelindo Cabang Ende, Jumhari Nasrun, menyebut bantuan ini menjadi bentuk kepedulian perusahaan terhadap warga terdampak bencana. "Pelindo memastikan bantuan segera diterima dan dimanfaatkan masyarakat terdampak sebagai dukungan penanganan darurat di Ende setempat." ujarnya.
Jumhari mengatakan koordinasi dengan seluruh pihak terkait terus dilakukan agar proses penanganan dan pemulihan berjalan berkesinambungan di lapangan. Pelindo juga memantau kondisi fasilitas pelabuhan di Nusa Tenggara Timur untuk menjaga keselamatan serta kelancaran mobilisasi logistik bencana.
Gempa magnitudo 7,7 mengguncang wilayah Flores pada 15 Agustus 2026 dan dirasakan di sejumlah daerah Nusa Tenggara Timur. BMKG menyebut gempa dangkal tersebut memicu peringatan dini tsunami, sementara aktivitas susulan masih dipantau di kawasan Flores setempat.
Di tengah situasi itu, jaringan pelabuhan Pelindo di NTT terus berkoordinasi untuk menjaga keselamatan fasilitas dan kelancaran logistik. Langkah tersebut diharapkan membantu mempercepat pemulihan sekaligus memastikan kebutuhan dasar warga terdampak dapat dipenuhi secara bertahap di wilayah.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....