Bantuan Belum Tiba, Warga Elar Desak Bantuan Pemerintah Segera Disalurkan
- 17 Agt 2026 17:58 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Manggarai Timur - Warga di sejumlah desa di Kecamatan Elar, Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur, masih bertahan secara mandiri pascagempa bumi berkekuatan 7,7 magnitudo yang mengguncang Pulau Flores. Hingga Senin 17 Agustus 2026, bantuan yang dinantikan warga belum juga tiba sehingga mereka mendesak pemerintah segera turun langsung ke lokasi terdampak.
Berdasarkan pantauan, gempa yang terjadi pada Minggu 16 Agustus 2026, dirasakan hampir di seluruh wilayah Kecamatan Elar. Gempa menyebabkan sejumlah rumah warga mengalami kerusakan, mulai dari rusak ringan, rusak sedang, hingga rusak berat dan hancur. Sejumlah fasilitas umum juga dilaporkan terdampak, sementara beberapa warga mengalami luka akibat tertimpa material bangunan.
Di tengah kondisi tersebut, warga masih memenuhi kebutuhan sehari-hari secara mandiri. Kekhawatiran terhadap kondisi bangunan yang rusak serta kemungkinan terjadinya gempa susulan membuat sebagian warga memilih mengungsi dan mendirikan tenda darurat di pinggir jalan maupun lapangan terbuka.
Kebutuhan mendesak warga saat ini meliputi makanan, air bersih, tenda, perlengkapan tidur, serta kebutuhan khusus bagi bayi dan anak-anak. Warga juga membutuhkan bantuan untuk penanganan dan perbaikan rumah yang mengalami kerusakan. Kondisi semakin sulit karena aliran listrik padam dan jaringan komunikasi mengalami gangguan.
Seorang pemuda asal Kecamatan Elar, Ejhi Serlenso, mendesak pemerintah tidak hanya menyampaikan instruksi melalui pesan berantai, tetapi segera turun langsung untuk memastikan kondisi warga di setiap desa terdampak.
Menurut Ejhi, gangguan jaringan komunikasi dan padamnya listrik membuat informasi melalui grup pesan sulit diterima masyarakat. Karena itu, kehadiran langsung pemerintah dinilai penting untuk memastikan kebutuhan warga dapat segera terdata dan ditangani.
"Pemerintah harus turun langsung ke pelosok-pelosok desa. Jangan hanya memberi perintah lewat grup pesan. Di sini jaringan tidak ada dan listrik mati. Akibatnya, informasi jadi sangat lambat sampai ke kami," kata Ejhi.
Warga berharap pemerintah daerah, lembaga kemanusiaan, relawan, dan pihak terkait segera menyalurkan bantuan ke wilayah terdampak. Kehadiran pemerintah secara langsung juga dinilai penting untuk mengecek kondisi warga, terutama mereka yang kehilangan tempat tinggal atau rumahnya sudah tidak layak dihuni.
Warga meminta penanganan dilakukan secara cepat dan menyeluruh, mengingat kebutuhan dasar semakin mendesak sementara sebagian masyarakat masih bertahan di tempat-tempat pengungsian darurat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....