Gempa Sikka Rusak Ratusan Bangunan, Satu Warga Meninggal
- 17 Agt 2026 09:04 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Sikka – Gempa bumi tektonik yang mengguncang Kabupaten Sikka pada Sabtu, 15 Agustus 2026, meninggalkan kerusakan di sejumlah wilayah, terutama Kecamatan Palue. Sehari setelah kejadian, aparat kepolisian bersama pemerintah desa dan kelurahan bergerak melakukan pendataan kerusakan, korban, lokasi pengungsian, serta kondisi akses masyarakat.
Di Palue, empat desa yang didata yakni Tuanggeo, Ladolaka, Rokirole, dan Nitung Lea mencatat sedikitnya 102 rumah warga mengalami kerusakan berat. Selain kerusakan bangunan, terdapat 28 korban yang mengalami luka dengan tingkat keparahan beragam dan satu warga meninggal dunia.
Desa Tuanggeo menjadi salah satu wilayah dengan dampak terparah, dengan 66 rumah warga dilaporkan rusak berat. Kantor Desa Tuanggeo, Kantor BPD, SDK Lei, dan bangunan Gereja Lei juga mengalami kerusakan berat pada tembok serta sejumlah bagian bangunan.
Di desa tersebut, tujuh warga dilaporkan mengalami luka, termasuk seorang anak berusia 14 tahun yang mengalami luka sedang dan sedang dipersiapkan untuk dirujuk ke RSUD TC Hillers Maumere. Sementara di Desa Ladolaka, tujuh rumah rusak berat dan tujuh warga mengalami luka, termasuk seorang anak berusia delapan tahun yang dilaporkan tertimpa reruntuhan.
Kerusakan juga terjadi di Desa Rokirole dengan 10 rumah rusak berat dan delapan warga mengalami luka. Cedera yang dialami korban antara lain patah lutut serta luka pada bagian kepala, punggung, dan wajah, dengan sebagian korban merupakan warga lanjut usia.
Di Desa Nitung Lea, sebanyak 19 rumah rusak berat dan enam warga menjadi korban. Salah satu korban, Paji Ratu, 90 tahun, meninggal dunia saat gempa terjadi dan telah dimakamkan pada Minggu, 16 Agustus 2026.
Akses menuju sejumlah wilayah Palue turut terganggu akibat bebatuan besar dan material tanah yang menutup jalan menuju Desa Rokirole dan Nitung Lea. Kondisi itu membuat kendaraan sulit melintas dan beberapa lokasi hanya dapat dijangkau dengan berjalan kaki, sementara warga secara swadaya mendirikan posko darurat dan membutuhkan obat-obatan, sembako, tenda, serta tempat tidur darurat.
Dampak gempa juga menjalar ke wilayah daratan Sikka, antara lain Desa Kolisia B dan Waturia di Kecamatan Magepanda serta sejumlah kelurahan di Kecamatan Alok, Alok Barat, dan Alok Timur. Jika seluruh titik pendataan dihimpun, sedikitnya 134 rumah atau bangunan warga dan fasilitas usaha terdampak, di luar fasilitas umum yang rusak berat di Desa Tuanggeo.
Di Kelurahan Wailiti, lima titik dilaporkan mengalami kerusakan berupa dinding rumah retak hingga roboh, dinding kamar mandi ambruk, dan tiang rumah retak, sedangkan di Kelurahan Waioti terdapat lima warga terdampak termasuk seorang yang mengalami patah kaki. Kerusakan juga tercatat di Kelurahan Kota Uneng, Wolomarang, serta Desa Gong Bekor, dengan bentuk kerusakan mulai dari tembok rumah roboh hingga bangunan kamar mandi yang ambruk.
Ancaman gempa susulan membuat sebagian warga memilih meninggalkan rumah yang dinilai tidak aman, seperti di Wairbor, Kelurahan Wailiti, tempat lima kepala keluarga dengan total 15 jiwa mengungsi. Polisi bersama pemerintah desa dan kelurahan terus mengingatkan warga agar tidak memasuki bangunan retak atau rusak, mewaspadai gempa susulan, serta tidak menyebarkan informasi yang belum dapat dipertanggungjawabkan.
Di tengah kondisi tersebut, kebutuhan penanganan di Palue masih mendesak, terutama untuk evakuasi, layanan kesehatan, logistik, tenda, dan perlengkapan tidur darurat. Dua korban juga dilaporkan akan dirujuk menggunakan kapal cepat milik Satuan Polisi Air Maumere, sementara pemantauan terus dilakukan hingga Pelabuhan Tambatan Perahu Ndete di Kecamatan Magepanda.
Bagi warga terdampak, gempa bukan sekadar angka dalam laporan kerusakan karena rumah yang roboh berarti hilangnya tempat berlindung dan jalan yang terputus memperlambat datangnya bantuan. Pemerintah bersama aparat kini menghadapi pekerjaan lanjutan untuk memastikan korban tertangani, kebutuhan dasar terpenuhi, akses terbuka, dan keselamatan warga tetap terjaga selama masa pemulihan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....