BMKG Terjunkan Tim Ahli untuk Pemetaan Wilayah Rawan Gempa di Flores
- 16 Agt 2026 16:53 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Jakarta — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menerjunkan tim ahli untuk mendukung proses pemulihan dan rekonstruksi pascabencana gempa bumi di Pulau Flores. Tim tersebut bertugas melakukan survei pemetaan mikrozonasi dan makroanalisis guna menyediakan data teknis sebagai dasar penanganan pascabencana.
Tim BMKG Pusat bersama 14 Unit Pelaksana Teknis (UPT) BMKG se-NTT melakukan penyisiran di wilayah Ngada, Nagekeo, serta sejumlah titik yang dinilai rawan di Pulau Flores. Kegiatan tersebut dilakukan untuk memperoleh gambaran kondisi wilayah sekaligus mengidentifikasi karakteristik tanah dan responsnya terhadap guncangan gempa bumi.
"Survei mikroanalisis bertujuan mengukur jenis tanah serta respons tanah terhadap aktivitas gempa bumi di wilayah terdampak," ujar Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, dalam Rapat Koordinasi Penanganan Darurat Bencana Gempa Bumi Provinsi NTT di Gedung MHEWS BMKG, Jakarta, Sabtu 15 Agustus 2026.
Teuku Faisal kemukakan, hasil pengukuran tersebut nantinya menjadi salah satu rujukan teknis dalam menentukan langkah rekonstruksi dan pembangunan kembali infrastruktur yang lebih aman terhadap gempa. BMKG akan menyerahkan hasil analisis lapangan kepada para pemangku kepentingan sebagai rujukan teknis dalam proses rekonstruksi pascabencana.
Data tersebut juga dapat digunakan sebagai dasar dalam pelaksanaan retrofitting atau penguatan struktur bangunan agar lebih mampu menghadapi guncangan gempa. Selain melakukan pemetaan, BMKG mengimbau masyarakat untuk selalu mengacu pada data dan informasi resmi terkait aktivitas kegempaan.
Informasi tersebut bersumber dari jaringan pemantauan nasional yang didukung lebih dari 2.000 sensor kegempaan, termasuk 553 sensor seismograf yang tersebar di seluruh Indonesia. Teuku Faisal menegaskan BMKG juga terus memperkuat koordinasi dalam penanganan dampak gempa bersama BNPB, Basarnas, TNI, Polri, dan pemerintah daerah.
Koordinasi tersebut melibatkan gubernur, bupati/wali kota, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), serta Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops). BMKG meminta masyarakat tidak mudah terpancing oleh informasi bohong atau hoaks yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.
Langkah pemetaan dan analisis yang dilakukan BMKG diharapkan dapat memperkuat dasar teknis dalam proses pemulihan wilayah terdampak gempa di Flores. Dengan dukungan data yang akurat, pemerintah dan pemangku kepentingan diharapkan dapat merancang rekonstruksi serta penguatan bangunan yang lebih aman dan sesuai dengan karakteristik wilayah.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....