Gema Agung Dicanangkan, NTT Dorong Agribisnis Jagung dari Hulu ke Hilir

  • 16 Agt 2026 12:56 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Ende - Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) mencanangkan Gebyar Gelar Teknologi Budidaya Jagung Hibrida dan Gerakan Masyarakat Agribisnis Jagung (GEMA AGUNG) di Balai Benih Tarus, Desa Air Mata, Kecamatan Kupang Tengah, Kabupaten Kupang, Jumat, 14 Agustus 2026. Program ini menjadi langkah strategis pemerintah dalam meningkatkan produktivitas jagung sekaligus memperkuat agribisnis sebagai penggerak ekonomi masyarakat.

Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena menegaskan Gema Agung tidak boleh berhenti sebagai kegiatan seremonial atau slogan, tetapi harus menjadi gerakan bersama yang membangun ekosistem jagung dari hulu hingga hilir. Menurutnya, petani harus ditempatkan sebagai pelaku utama agribisnis yang mampu memperoleh nilai tambah dari hasil pertanian.

“Saya berharap Gema Agung tidak berhenti sebagai sebuah kegiatan atau slogan, tetapi menjadi gerakan bersama untuk membangun agribisnis jagung NTT dari hulu sampai hilir,” katanya.

Gubernur Melki mengatakan peningkatan produksi jagung tidak cukup hanya dengan memperluas lahan, tetapi harus dilakukan melalui peningkatan produktivitas. Penggunaan benih unggul dan bersertifikat, teknologi budidaya, pemupukan berimbang, pengelolaan lahan, serta penanganan panen dan pascapanen dinilai penting untuk meningkatkan hasil dan pendapatan petani. Ia juga mendorong regenerasi petani melalui keterlibatan petani milenial agar lebih terbuka terhadap inovasi dan teknologi pertanian.

Menurut Gubernur, pengembangan agribisnis jagung membutuhkan kolaborasi berbagai pihak, mulai dari pemerintah, petani, penyuluh, perguruan tinggi, dunia usaha, perbankan, Bulog hingga produsen benih. Dukungan tersebut diperlukan tidak hanya dalam penyediaan benih, pupuk, teknologi dan pembiayaan, tetapi juga memastikan adanya kepastian pasar ketika produksi meningkat.

Pemerintah Provinsi NTT selanjutnya akan memperkuat koordinasi dan pendampingan agar pengembangan jagung hibrida berjalan konsisten hingga tahap pemasaran. Sementara itu, Direktur Perbenihan Tanaman Pangan Kementerian Pertanian RI, Dr. Ir. Ladiyani Retno Widowati, M.Sc., mengatakan kondisi agroklimat dan karakteristik lahan NTT sangat mendukung pengembangan tanaman pangan dan hortikultura secara terpadu.

Menurutnya, potensi tersebut perlu dioptimalkan dengan mempertimbangkan kesesuaian lahan, iklim, ketersediaan air, dan karakteristik wilayah. Pencanangan Gema Agung diharapkan menjadi awal penguatan ekosistem agribisnis jagung yang lebih modern, produktif, berdaya saing, dan mampu meningkatkan kesejahteraan petani NTT.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....