Kafe Literasi Hadir di Sikka, Baca Buku Sambil Menikmati Wisata
- 15 Agt 2026 17:03 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Sikka - Kafe Literasi hadir di Desa Gunung Sari, Kabupaten Sikka, sebagai inovasi untuk mendekatkan akses bacaan kepada masyarakat sekaligus meningkatkan minat baca. Konsep tersebut memadukan aktivitas membaca dengan suasana wisata sehingga masyarakat dapat menikmati bahan bacaan sambil bersantai.
Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Sikka, Very Awales, mengatakan kafe literasi dikembangkan untuk membawa layanan literasi lebih dekat ke masyarakat. Salah satunya melalui kawasan wisata di Pulau Pemana yang memiliki potensi wisata bahari seperti snorkeling dan diving.
Kafe literasi tersebut dikelola bersama dengan pemerintah desa dan BUMDes setempat. Pengunjung dapat memanfaatkan koleksi bacaan yang tersedia sambil menikmati suasana pantai dan lingkungan wisata.
Koleksi yang disiapkan mencakup berbagai bahan bacaan, mulai dari novel hingga buku yang berkaitan dengan ekosistem laut dan kehidupan masyarakat pesisir. Pemerintah desa juga menyiapkan bacaan mengenai konservasi mangrove, biota laut, pengolahan hasil laut, literasi digital bagi nelayan, serta pengenalan cuaca bagi nelayan pesisir.
Kehadiran kafe literasi menjadi salah satu upaya Pemerintah Kabupaten Sikka menghadirkan ruang baca yang lebih santai dan mudah dijangkau. Program tersebut juga diharapkan menjadi alternatif bagi masyarakat agar tidak hanya mengandalkan perangkat digital untuk memperoleh informasi.
Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Sikka juga mendorong gerakan satu ASN satu buku untuk menambah koleksi bacaan di berbagai ruang literasi. Buku hasil donasi tersebut dapat disalurkan ke sekolah, desa, pojok baca, pondok baca, hingga kafe literasi.
Selain kafe literasi, pemerintah daerah terus mendorong pembentukan perpustakaan desa dan pojok baca di berbagai wilayah. Dari 181 desa di Kabupaten Sikka, baru sebagian yang memiliki perpustakaan desa, sementara kelompok pegiat literasi yang mengelola pondok atau pojok baca telah berkembang di sejumlah wilayah.
Pemerintah Kabupaten Sikka menargetkan setiap desa memiliki minimal satu perpustakaan, pondok baca, atau kafe literasi. Melalui perluasan akses bacaan dan inovasi layanan tersebut, minat baca masyarakat, terutama pelajar dan generasi muda, diharapkan terus meningkat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....