Film Dokumenter Lokapola Jadi Media Edukasi dan Pelestarian Budaya
- 15 Agt 2026 17:04 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Sikka- Komunitas Lokapola di Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, memanfaatkan film dokumenter sebagai media edukasi sekaligus sarana mengarsipkan budaya lokal. Karya audio visual tersebut mengangkat berbagai kearifan lokal dan realitas kehidupan masyarakat.
Koordinator Komunitas Lokapola, Yosep Levi, mengatakan komunitas yang terbentuk sejak 2022 itu berfokus pada produksi film dokumenter. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi ruang bagi anak muda untuk belajar dan mengembangkan keterampilan di bidang audio visual.
Menurut Yosep, proses pembuatan film dokumenter tidak hanya menghasilkan karya, tetapi juga menjadi proses belajar bersama masyarakat. Cerita dan pengetahuan yang ditemukan di lapangan kemudian dikemas agar dapat menjadi bahan pembelajaran bagi masyarakat dan generasi berikutnya.
Ia menjelaskan, produksi film dokumenter dilakukan melalui tiga tahapan utama, yakni praproduksi, produksi, dan pascaproduksi. Tahap praproduksi mencakup riset dan pemantapan ide, produksi berupa pengambilan gambar di lapangan, sedangkan pascaproduksi meliputi penyuntingan hingga distribusi.
Yosep menilai film dokumenter memiliki peran penting dalam mengarsipkan berbagai cerita lokal yang berpotensi menjadi sumber pengetahuan bagi generasi mendatang. Menurutnya, dokumentasi audio visual dapat membantu masyarakat mengenal kembali berbagai perubahan budaya yang terjadi dari waktu ke waktu.
Komunitas Lokapola lebih banyak mengangkat tema kearifan lokal dalam karya-karyanya. Film yang diproduksi kemudian didistribusikan melalui media sosial, festival film, serta pemutaran bersama komunitas dan masyarakat.
Yosep mengakui tantangan terbesar dalam memperkenalkan film dokumenter adalah persaingan dengan beragam konten audio visual di media sosial. Karena itu, Lokapola juga mengandalkan pemutaran berbasis komunitas agar karya mereka dapat ditonton dan didiskusikan secara langsung.
Ia berharap semakin banyak anak muda terlibat dalam proses mempelajari dan mengarsipkan budaya melalui film dokumenter. Dengan keterlibatan generasi muda, cerita dan pengetahuan lokal diharapkan tetap dipelajari serta dapat diwariskan kepada generasi berikutnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....