Reaksi Cepat Kodim Manggarai Bantu Dirikan Posko Darurat Pasien di RS Ben Mboi
- 15 Agt 2026 12:51 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Manggarai – Kodim 1612 Manggarai bergerak cepat merespons kondisi pascagempa yang mengguncang wilayah Manggarai, Flores, Nusa Tenggara Timur, Sabtu 15 Agustus 2026. Personel TNI AD dikerahkan untuk membantu evakuasi pasien sekaligus mendukung pendirian posko penanganan bencana di RSUD Ben Mboi Ruteng.
Sebanyak 60 personel Kodim Manggarai diterjunkan ke lokasi untuk membantu proses evakuasi dan pendirian posko bagi para pasien. Pantauan RRI, seluruh personel tiba di RSUD Ben Mboi sekitar pukul 07.00 WITA dan langsung bergerak membantu memindahkan pasien dari dalam ruangan menuju halaman rumah sakit serta area terbuka yang dinilai lebih aman.
Dandim 1612 Manggarai Letkol Arh Amos Comonius Silaban mengatakan kondisi pascagempa saat ini sudah kondusif. Meski demikian, personel Kodim tetap disiagakan di lokasi untuk memastikan keamanan pasien dan masyarakat sekaligus mengantisipasi kemungkinan terjadinya gempa susulan.
Proses evakuasi tersebut dipimpin langsung Komandan Kodim 1612 Manggarai, Letkol Arh Amos Comonius Silaban. Selain membantu evakuasi pasien, personel Kodim bersama warga juga bergotong royong mendirikan posko bencana alam sebagai tempat penanganan sementara bagi pasien dan masyarakat di lingkungan rumah sakit.
Menurut Dandim Amos, langkah cepat tersebut merupakan bentuk kepedulian personel Kodim 1612 Manggarai terhadap masyarakat, khususnya para pasien yang membutuhkan bantuan dalam situasi darurat.
Ia menambahkan, keterlibatan personel Kodim dalam penanganan pascagempa juga menjadi bagian dari upaya memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat, terutama ketika masyarakat menghadapi kondisi darurat dan membutuhkan bantuan.
Hingga saat ini, seluruh pasien masih berada di luar ruangan sebagai langkah antisipasi terhadap kemungkinan terjadinya gempa susulan. Personel Kodim 1612 Manggarai juga masih bersiaga untuk memberikan bantuan apabila dibutuhkan.
Gempa bumi mengguncang wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur, pada Sabtu pagi (15/8/2026). Gempa pertama kali dirasakan sekitar pukul 05.58 WITA dengan estimasi magnitudo 7,7.
Pusat gempa dilaporkan berada di wilayah Kabupaten Nagekeo, sekitar 30 kilometer arah timur laut, dengan kedalaman 15 kilometer.
Pasca gempa tersebut, BMKG mengeluarkan rekomendasi evakuasi kepada pemerintah daerah. Wilayah yang menjadi titik siaga meliputi Manggarai bagian utara, Ngada bagian utara, Manggarai Barat bagian utara, Sikka bagian utara, dan Ende bagian utara, serta sejumlah wilayah di Sulawesi dan Selayar.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....