Pendampingan ODGJ di Ende Diisi Kegiatan Kreatif Sambut HUT RI
- 14 Agt 2026 19:20 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Ende – Pendampingan terhadap 18 Orang dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) di Yayasan Kasih Bunda, Jalan W.Z. Yohanes, Ende, tidak hanya dilakukan melalui doa dan pembacaan Kitab Suci. Penyuluh Agama Katolik Kementerian Agama Kabupaten Ende, Silvester Taji, juga mengajak para ODGJ mengembangkan kreativitas melalui kegiatan membuat umbul-umbul untuk menyambut HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Jumat 14 Agustus 2026.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari pendampingan keagamaan yang memadukan bimbingan rohani dengan pemberdayaan dan pengembangan keterampilan. Silvester mengatakan, pendekatan tersebut penting untuk memberikan ruang kepada ODGJ agar dapat berkarya, membangun kepercayaan diri, serta mengembangkan kemampuan yang dimiliki.
"Kita tidak hanya memberikan bimbingan rohani, berdoa dan membaca Kitab Suci. Mereka juga harus mendapatkan pemberdayaan, pembinaan dan latihan kreativitas," ujar Silvester.
Menurutnya, kegiatan membuat umbul-umbul menjadi sarana bagi para ODGJ untuk belajar, bekerja sama, dan mengekspresikan kreativitas. Keterlibatan mereka juga menjadi bagian dari upaya menumbuhkan kesadaran bahwa ODGJ tetap memiliki peran dan dapat memberikan kontribusi di tengah masyarakat.
"Membuat umbul-umbul mungkin terlihat sederhana, tetapi di dalamnya ada proses belajar, bekerja sama, berkreativitas dan membangun kepercayaan diri," katanya.
Silvester menambahkan, pendampingan di Yayasan Kasih Bunda tidak hanya berfokus pada pembinaan spiritual, tetapi juga diarahkan untuk menggali potensi dan memberikan pengalaman positif kepada kelompok yang membutuhkan perhatian.
Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan sehingga para ODGJ memiliki ruang untuk mengembangkan keterampilan sesuai dengan kemampuan masing-masing.
Pendampingan tersebut juga menjadi bagian dari upaya Kementerian Agama Kabupaten Ende menerapkan semangat Asta Protas Kementerian Agama melalui pelayanan keagamaan yang berdampak dan menyentuh kebutuhan masyarakat.
Menurut Silvester, penyuluh agama memiliki peran sebagai pendamping, motivator, sekaligus fasilitator pemberdayaan umat. Peran tersebut diwujudkan melalui kegiatan yang tidak hanya memberikan pembinaan keagamaan, tetapi juga mendorong keterlibatan kelompok masyarakat dalam aktivitas yang positif.
Kegiatan tersebut turut mencerminkan penerapan Kurikulum Cinta yang menekankan kasih, kepedulian, penghormatan terhadap martabat manusia, dan kehidupan bersama. Nilai tersebut diwujudkan melalui perhatian serta pemberian kesempatan kepada kelompok rentan untuk berkreasi dan terlibat dalam kegiatan sosial.
Kemenag Ende berharap keterlibatan 18 ODGJ dalam membuat umbul-umbul dapat menjadi contoh bahwa pelayanan keagamaan dapat diwujudkan melalui kegiatan sederhana yang memberikan ruang bagi setiap orang untuk dihargai dan berkarya.
Pendekatan tersebut diharapkan semakin memperkuat kehadiran Kementerian Agama di tengah masyarakat, tidak hanya dalam menyampaikan pesan keagamaan, tetapi juga melalui kegiatan yang memberikan dampak nyata bagi kehidupan umat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....