Polres Flores Timur Berikan Trauma Healing bagi Siswa SDI Riangrindu

  • 14 Agt 2026 17:21 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Flores Timur – Polres Flores Timur memberikan pendampingan psikologis kepada siswa SDI Riangrindu, Desa Waiburak, melalui terapi USEFT dan trauma healing, Kamis 13 Agustus 2026. Kegiatan tersebut dilakukan untuk membantu anak-anak memulihkan rasa aman setelah terdampak peristiwa perselisihan antarwarga.

Pendampingan menyasar seluruh siswa kelas satu hingga kelas enam SDI Riangrindu. Personel Polwan memberikan terapi secara langsung dengan pendekatan humanis agar siswa dapat mengikuti kegiatan dalam suasana nyaman dan tidak tertekan.

Wakapolres Flores Timur Kompol Ketut Mastina memimpin kegiatan tersebut bersama Kabag Ops, Kasat Binmas, dan Kapolsek Adonara Timur. Kehadiran jajaran kepolisian menjadi bentuk perhatian terhadap kondisi psikologis anak-anak yang turut merasakan dampak dari perselisihan warga di lingkungan sekitar.

Kasi Humas Polres Flores Timur AKP Eliezer A. Kalelado mengatakan pendampingan diarahkan untuk mengurangi beban psikologis yang dirasakan anak-anak terdampak.

"Kegiatan tersebut bertujuan menumbuhkan kembali rasa aman, kepercayaan diri, serta semangat siswa menjalani aktivitas pembelajaran," kata Eliezer.

Terapi diberikan kepada seluruh siswa, termasuk anak-anak yang berasal dari Dusun Belle maupun Desa Narasaosina. Pendekatan dilakukan melalui interaksi yang menyenangkan sehingga siswa dapat lebih mudah berkomunikasi dan mengungkapkan perasaan.

Kegiatan dimulai sekitar pukul 10.40 WITA dengan rangkaian terapi USEFT dan trauma healing. Setelah mengikuti kegiatan, para siswa menerima makanan ringan dan mendapatkan dukungan emosional dari personel Polwan.

Kepala SDI Riangrindu Wilhemus Bahi menyambut baik pendampingan tersebut. Menurutnya, kehadiran personel Polwan memberikan ruang interaksi positif bagi siswa untuk membangun kembali keberanian dan menikmati suasana belajar.

"Kehadiran Polwan membuka ruang interaksi positif yang membantu anak-anak membangun keberanian dan kembali menikmati suasana belajar," ujar Wilhemus.

Pendampingan psikologis tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga keberlanjutan pendidikan anak setelah perselisihan antarwarga berdampak terhadap lingkungan sekitar. Kepolisian berupaya memastikan siswa tetap memiliki ruang yang aman untuk belajar, bermain, dan berinteraksi dengan teman-temannya.

Polres Flores Timur berharap proses pemulihan psikologis anak dapat berlangsung secara bertahap melalui dukungan keluarga, sekolah, masyarakat, dan pihak terkait. Dukungan tersebut diharapkan membantu siswa kembali percaya diri dan menjalani aktivitas pendidikan secara normal.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....