Teknologi Makin Cepat, Anak Muda Tetap Butuh Ruang Refleksi
- 13 Agt 2026 18:07 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Ende- Perkembangan teknologi dan derasnya arus informasi membuat kehidupan anak muda berjalan semakin cepat sehingga membutuhkan ruang refleksi agar tidak mudah terbawa tren. Pater Charles Lamaberaf, S.Fil., M.Sc., menyampaikan hal tersebut saat diwawancarai Pro 2 RRI Ende dalam program Obras atau Obrolan SPADA, Selasa 11 Agustus 2026.
Pater Charles menjelaskan, kemajuan teknologi membuat informasi dari berbagai sumber dapat diterima masyarakat dengan sangat cepat. Kondisi tersebut memberikan kemudahan dalam memperoleh pengetahuan, tetapi juga dapat menimbulkan kegoncangan ketika informasi yang diterima terlalu banyak tanpa melalui proses penyaringan.
Ia mengungkapkan, anak muda perlu menyediakan ruang untuk berhenti sejenak dan merefleksikan informasi yang diterima melalui media sosial. Setiap konten yang muncul tidak harus langsung diikuti, karena keputusan yang terburu-buru dapat membuat seseorang kehilangan pertimbangan terhadap nilai dan tujuan yang sebenarnya.
Ia juga mengatakan, perkembangan telepon genggam yang terus menghadirkan seri terbaru sebagai salah satu fenomena yang perlu disikapi secara kritis. Menurutnya, seseorang perlu melihat kembali fungsi dan kebutuhannya sebelum mengikuti tren, sehingga keputusan yang diambil tidak semata-mata karena keinginan untuk terlihat mengikuti perkembangan zaman.
Menurutnya, pola serupa juga terjadi ketika anak muda mengikuti tren di media sosial karena merasa takut tertinggal atau Fear of Missing Out (FOMO). Ia mengingatkan bahwa sesuatu yang sedang populer belum tentu sesuai dengan kebutuhan, nilai, atau tujuan setiap orang sehingga tetap diperlukan filter sebelum mengambil keputusan.
Teknologi juga dapat dimanfaatkan untuk mendukung kehidupan beragama dan pendalaman iman generasi muda. Media digital dapat menjadi sarana menyampaikan pesan agama dan menjangkau anak muda dengan pendekatan yang lebih relevan, tetapi perkembangan tersebut tetap perlu berjalan bersama nilai-nilai dasar yang menjadi pegangan, ucapnya.
Ia menambahkan anak muda perlu selaras dengan perkembangan zaman sekaligus tetap kritis terhadap perubahan yang dihadapi. Sikap kritis tersebut perlu dibangun melalui nilai agama, keluarga, pendidikan, lingkungan, serta pengalaman perjumpaan dengan berbagai pihak agar anak muda tidak mudah terseret oleh setiap informasi dan tren.
Ia berharap generasi muda mampu menggunakan teknologi dan kecerdasan buatan secara bijak tanpa kehilangan kemampuan untuk berpikir dan melakukan refleksi. Menurutnya, anak muda dapat terus mengeksplorasi perkembangan digital, tetapi tetap perlu menggunakan filter agar kemajuan teknologi mendukung pertumbuhan iman, karakter, dan kehidupan sosial mereka.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....