Media Sosial Jadi Ruang Anak Muda Tunjukkan Cinta Tanah Air
- 13 Agt 2026 18:07 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Ende- Media sosial dinilai dapat menjadi sarana bagi generasi muda untuk memperkenalkan budaya Indonesia sekaligus menunjukkan kepedulian terhadap lingkungan di tengah perkembangan teknologi. Guru Pendidikan Pancasila SMA Katolik Giovanni Kupang, Angelina Megi Gadhe Banggo, S.Pd., mendorong anak muda memanfaatkan platform digital untuk membuat konten kreatif yang mengangkat kekayaan budaya di sekitarnya.
Angelina menyampaikan hal tersebut saat diwawancarai Pro 2 RRI Ende dalam program Obras Obrolan Spada, Senin 10 Agustus 2026. Dalam program bertema “Apa Arti Jadi Orang Indonesia di Zaman Sekarang?”, ia membahas pemanfaatan teknologi sebagai salah satu cara menerapkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan generasi muda.
Ia menjelaskan, media sosial seperti TikTok, Instagram, dan WhatsApp telah menjadi bagian dari keseharian anak muda karena mampu menyebarkan informasi secara cepat. Kondisi ini, menurutnya, membuka ruang bagi generasi muda untuk belajar, berekspresi, sekaligus menyampaikan pesan positif kepada masyarakat.
Ia mengungkapkan, pemanfaatan media sosial juga diterapkan dalam pembelajaran Pendidikan Pancasila di SMA Katolik Giovanni Kupang. Siswa tidak hanya mempelajari nilai-nilai Pancasila melalui teori di kelas, tetapi diajak mengamati persoalan dan kondisi di lingkungan sekitar untuk kemudian mengolahnya menjadi konten digital.
Menurut Angelina, siswa dapat membuat wawancara, parodi edukatif, hingga program kreatif yang mengangkat penerapan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Pendekatan tersebut membuat siswa lebih aktif memahami hubungan antara materi pembelajaran dengan realitas yang mereka temui.
Selain sebagai media pembelajaran, ia melihat media sosial memiliki peluang besar untuk memperkenalkan budaya daerah kepada masyarakat yang lebih luas. Konten mengenai tradisi, lingkungan, bahasa, kesenian, dan kekayaan budaya lokal dapat menjadi bentuk kreativitas anak muda sekaligus cara mengenalkan identitas Indonesia kepada pengguna media sosial.
Ia menambahkan, kreativitas di media sosial sebaiknya tidak hanya diarahkan untuk mengejar jumlah pengikut atau popularitas. “Jangan sampai kamu mencintai budaya asing sampai kamu mengasingkan budaya sendiri,” pesan Angelina kepada generasi muda.
Angelina berharap kemajuan teknologi dapat dimanfaatkan anak muda tanpa membuat mereka kehilangan identitas sebagai bangsa Indonesia. Menurutnya, semakin luas jangkauan media sosial, semakin besar pula peluang generasi muda memperkenalkan budaya Indonesia kepada masyarakat dunia melalui konten yang kreatif dan bernilai.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....