Sosialisasi TPPO Buka Wawasan Baru Anggota WKRI Katedral Ende
- 13 Agt 2026 13:15 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Ende – Sosialisasi Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) membuka pemahaman baru bagi anggota Wanita Katolik Republik Indonesia (WKRI) Katedral Ende. Pengetahuan tersebut akan diteruskan melalui keluarga dan Kelompok Umat Basis (KUB) untuk memperkuat upaya pencegahan TPPO di lingkungan masyarakat.
Ketua DPC WKRI Katedral Ende, Emiliana Nitu, mengatakan sebelumnya pemahaman sebagian anggota mengenai TPPO masih terbatas. Hal itu disampaikannya usai mengikuti sosialisasi TPPO yang digelar di Hotel Harrison, Selasa 11 Agustus 2026.
Emiliana mengatakan, selama ini persoalan yang lebih banyak diketahui anggota adalah perundungan atau bullying. Karena itu, materi mengenai perdagangan orang menjadi pengetahuan baru yang dinilai penting bagi anggota WKRI.
“Kegiatan hari ini adalah sosialisasi TPPO. Ini merupakan barang baru buat kami, karena selama ini yang kami tahu itu hanya bully,” kata Emiliana.
Menurutnya, materi yang disampaikan dalam kegiatan tersebut membuka wawasan mengenai persoalan perdagangan orang, termasuk pentingnya perlindungan terhadap anak. Pengetahuan tersebut juga menjadi motivasi bagi anggota WKRI untuk meningkatkan kewaspadaan di lingkungan keluarga dan masyarakat.
Emiliana mengatakan pengetahuan yang diperoleh tidak akan berhenti pada peserta sosialisasi. Anggota WKRI akan meneruskannya melalui keluarga dan Kelompok Umat Basis agar informasi mengenai TPPO dapat menjangkau lebih banyak masyarakat.
Kegiatan sosialisasi tersebut melibatkan DPC WKRI Katedral Ende, ranting, DPC WKRI dari sejumlah paroki lainnya, unsur Keuskupan Agung Ende, anggota baru, serta simpatisan WKRI. Keterlibatan berbagai unsur tersebut diharapkan memperluas jangkauan edukasi mengenai pencegahan perdagangan orang.
Emiliana berharap edukasi TPPO dapat dilakukan secara berkelanjutan dan tidak berhenti pada satu kegiatan. Menurutnya, semakin banyak masyarakat memahami TPPO, semakin besar peluang untuk mengenali potensi ancaman dan melakukan pencegahan sejak dini.
Ia juga mendorong anggota WKRI membawa pengetahuan tersebut dalam berbagai kegiatan organisasi dan lingkungan umat. Dengan pemahaman yang semakin baik, keluarga diharapkan lebih waspada dan mampu mengambil langkah pencegahan agar anak-anak tidak menjadi korban TPPO.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....