Target Ketahanan Pangan Sikka Terkendala Irigasi dan Pasar
- 13 Agt 2026 13:21 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Sikka – Target ketahanan pangan Kabupaten Sikka mencapai 200 hektare, namun pelaksanaannya masih menghadapi persoalan mendasar berupa keterbatasan akses air ke lahan pertanian. Kondisi jaringan irigasi yang rusak dan belum optimalnya pemanfaatan Bendungan Napunggete menjadi perhatian Kodim 1603/Sikka.
Dandim 1603/Sikka Letkol Arm Denny Riesta Permana mengatakan persoalan tersebut perlu segera didorong agar target produksi pangan tidak berhenti pada pencapaian luas lahan. Pernyataan itu disampaikan Denny saat berbincang dengan media di Maumere, Selasa 11 Agustus 2026.
Menurut Denny, TNI AD mendapat tugas pendampingan sekitar 200 hektare yang tersebar di Mego, Paga, Talibura, Waiblama, dan Magepanda. Wilayah tersebut dinilai memiliki potensi sebagai kantong produksi pangan Kabupaten Sikka.
Denny menyebut jaringan irigasi yang dibangun sejak era Presiden Soeharto telah banyak mengalami kerusakan, termasuk saluran tersier di sejumlah wilayah. Ia menilai optimalisasi Bendungan Napunggete menjadi langkah paling mendesak karena berpotensi mendukung kebutuhan air pertanian di Waigete dan wilayah timur Sikka.
“Yang paling urgen adalah pemanfaatan Bendungan Napunggete,” tegas Denny. Ia berharap dukungan yang sebelumnya dijanjikan Menteri Pertanian untuk perbaikan jaringan pertanian di Sikka dapat segera direalisasikan.
Selain air, ketersediaan pupuk juga menjadi mata rantai penting dalam meningkatkan produktivitas pertanian. Denny menegaskan distribusi pupuk harus berjalan lancar dan benar-benar diterima petani tanpa hambatan.
Dalam pendampingan di lapangan, Babinsa bekerja bersama penyuluh pertanian lapangan dan kelompok tani untuk meningkatkan produktivitas serta mendorong pola tanam yang lebih intensif. Namun, Denny menegaskan TNI AD hanya berperan sebagai pendamping, sementara dukungan pembiayaan berasal antara lain dari Kementerian Pertanian, CSR perusahaan, dan BUMN.
Denny juga menyoroti persoalan pasar agar peningkatan produksi tidak justru membuat petani berada pada posisi lemah dalam rantai perdagangan. Ia mendorong hasil pertanian Sikka diserap pasar lokal melalui koperasi Merah Putih maupun program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Magepanda, kata Denny, memiliki potensi produksi beras yang dapat diarahkan untuk memenuhi kebutuhan pasar lokal dan program MBG. Dengan pola tersebut, belanja pangan pemerintah diharapkan turut menggerakkan perputaran ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan petani di Sikka.
Di tengah persoalan air pertanian, Kodim 1603/Sikka juga membangun tujuh titik pompa hidran untuk membantu kebutuhan air masyarakat. Teknologi tersebut memanfaatkan gravitasi tanpa bahan bakar minyak dan digunakan untuk kebutuhan seperti konsumsi, mandi, serta mencuci.
Denny mengatakan anggota Kodim telah mendapat pelatihan teknis untuk menangani pompa hidran, tetapi keberlanjutan fasilitas tersebut membutuhkan keterlibatan masyarakat. “Kita harus bekerja bersama masyarakat, supaya mereka ikut menjaga dan merasa memiliki,” katanya.
Kodim 1603/Sikka juga menjalankan pembangunan infrastruktur, termasuk Jembatan Watuomok yang progresnya sekitar 80 persen dan ditargetkan selesai dalam dua hingga tiga pekan. Sementara jembatan beton di Desa Riit, Kecamatan Nita, yang menghubungkan dua dusun, telah mencapai sekitar 50 persen dengan koordinasi teknis bersama Dinas PUPR Kabupaten Sikka.
Denny menegaskan berbagai program tersebut diarahkan untuk membantu masyarakat menghadapi persoalan sehari-hari, termasuk pembangunan rumah layak huni yang dihimpun berdasarkan laporan Babinsa dan pemerintah desa. Sedikitnya 10 rumah telah dibangun dan jumlahnya masih terus bertambah secara bertahap sesuai dukungan yang tersedia.
Menurut Denny, keberhasilan target 200 hektare tidak hanya ditentukan luas lahan yang digarap, tetapi juga ketersediaan air, pupuk, pendampingan, dan pasar yang mampu menyerap hasil panen dengan harga layak. Jika salah satu mata rantai tersebut terputus, target ketahanan pangan berisiko hanya menjadi angka tanpa dampak nyata terhadap kesejahteraan petani
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....