Uji Kesiapsiagaan, Kapolres Mabar Pimpin Simulasi Penanganan Unjuk Rasa
- 12 Agt 2026 11:54 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Manggarai Barat - Kepolisian Resor (Polres) Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT) menggelar simulasi penanganan unjuk rasa untuk meningkatkan kesiapsiagaan personel dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) di wilayah hukum Manggarai Barat.
Simulasi berlangsung di Lapangan Apel Mako Polres Manggarai Barat, Labuan Bajo, Senin pagi, 10 Agustus 2026. Kegiatan dipimpin langsung oleh Kapolres Manggarai Barat AKBP Christian Kadang, didampingi jajaran Pejabat Utama (PJU) Polres Manggarai Barat.
Sebanyak 134 personel gabungan dilibatkan dalam simulasi tersebut. Personel berasal dari sejumlah fungsi operasional, di antaranya Satuan Lalu Lintas, Satuan Samapta, Satuan Pengamanan Objek Vital, Satuan Binmas, Satuan Intelkam, dan pengamanan Mako.
Dalam skenario simulasi, situasi bermula dari rekayasa lalu lintas di wilayah Kota Labuan Bajo. Sat Intelkam kemudian mendeteksi pergerakan sekitar 50 orang menuju Mako Polres Manggarai Barat untuk menyampaikan aspirasi terkait ketidakpuasan terhadap penanganan suatu perkara kekeluargaan.
Menghadapi situasi tersebut, Tim Negosiator Sat Binmas dan Peleton Dalmas Kerangka disiagakan untuk mengamankan jalannya penyampaian aspirasi. Negosiator terlebih dahulu memberikan imbauan secara persuasif agar massa menyampaikan pendapat sesuai ketentuan hukum. Namun, massa dalam skenario menolak membubarkan diri dan mulai melakukan aksi dorong terhadap personel Dalmas Awal.
Kapolres Manggarai Barat kemudian memberikan imbauan langsung kepada massa agar tetap tertib dan menghormati ketentuan hukum.
“Selamat siang Bapak, Ibu, dan Saudara sekalian. Sesuai Undang-Undang Nomor 9 Tahun 1998, kebebasan menyampaikan pendapat dijamin oleh Negara dan Saudara sekalian diberi perlindungan hukum,” ucap AKBP Christian Kadang.
Ketika situasi dalam simulasi semakin meningkat dan massa melakukan pelemparan benda keras, personel Dalmas Lanjutan diterjunkan dengan dukungan kendaraan taktis Armoured Water Cannon (AWC). Penyemprotan air bertekanan terukur dilakukan hingga massa berhasil dibubarkan.
Usai simulasi, AKBP Christian Kadang mengatakan latihan tersebut menjadi bagian dari upaya menguji kesiapan personel sekaligus memastikan penerapan prosedur dalam menangani aksi unjuk rasa.
“Kegiatan simulasi ini kami laksanakan sebagai bentuk pemetaan serta penerapan UU Kepolisian No. 5 Tahun 2026, tentang perubahan ketiga atas UU No. 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia, Perkap Nomor 1 Tahun 2009 tentang Penggunaan Kekuatan dalam Tindakan Kepolisian dan Perkap Nomor 16 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengendalian Massa,” ujarnya.
Dirinya juga menegaskan, Polres Manggarai Barat harus siap menghadapi berbagai dinamika di lapangan, baik dalam mengawal penyampaian pendapat secara damai maupun mengantisipasi eskalasi massa yang berpotensi mengganggu keamanan.
“Kami ingin memastikan kesiapsiagaan taktis seluruh personel Polres Manggarai Barat dalam menghadapi berbagai situasi kontinjensi unjuk rasa, sehingga kondusivitas wilayah hukum Manggarai Barat dan kawasan pariwisata super prioritas Labuan Bajo tetap terjaga dengan aman,” ungkapnya.
Adapun rangkaian simulasi kemudian ditutup dengan konsolidasi internal, guna memastikan personel serta sarana dan prasarana pendukung berada dalam kondisi siap digunakan dalam menghadapi situasi kontinjensi.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....