Ritual Bau Lolon Satukan Bele-Lewonara, Wakapolda NTT Dorong Damai Bersama

  • 11 Agt 2026 19:14 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Flores Timur - Warga adat Dusun Bele dan Dusun Lewonara, Adonara Timur, akhirnya memilih berdamai setelah konflik memisahkan mereka. Kesepakatan itu dikukuhkan melalui ritual Bau Lolon di pelataran Gereja Kristus Raja Waiwerang, Senin 10 Agustus 2026 sore.

Ritual adat Lamaholot tersebut mempertemukan tokoh adat kedua pihak sebagai penanda berakhirnya pertikaian dan pemulihan hubungan persaudaraan warga. Prosesi itu juga menjadi pengikat moral agar kesepakatan damai tidak berhenti pada seremoni, tetapi diterapkan dalam kehidupan bersama.

Sebelum Bau Lolon digelar, kedua kelompok menandatangani berita acara perdamaian yang disaksikan pejabat pemerintah daerah dan aparat keamanan. Wakil Gubernur NTT Johni Asadoma, Wakapolda NTT Brigjen Pol Faizal, dan pejabat lainnya hadir langsung menyaksikan pengukuhan tersebut.

Wakapolda NTT, Brigjen Pol Faizal menegaskan, perdamaian harus menjadi komitmen bersama agar konflik serupa tidak kembali pecah lagi. Menurut Faizal, perdamaian tidak cukup ditandatangani, melainkan harus terlihat melalui komunikasi terbuka dan penyelesaian masalah sehari-hari.

"Proses perdamaian yang berlangsung khidmat tersebut menjadi hadiah bagi masyarakat menjelang HUT ke-81 Kemerdekaan Indonesia tahun ini." ujarnya. Faizal berharap Bele dan Lewonara meninggalkan dendam, menghindari kekerasan, serta membangun kembali hubungan sosial yang sempat retak bersama.

Bau Lolon dipilih sebagai pengukuh karena ritual itu memiliki kedudukan penting dalam kehidupan adat masyarakat Lamaholot setempat di Adonara. Dalam konteks Bele dan Lewonara, ritual itu diposisikan sebagai meterai adat atas kesepakatan yang telah ditandatangani kedua kelompok.

Makna ritual tidak berhenti pada prosesi, karena Bau Lolon mengikat ucapan dan kesepakatan dalam kerangka adat masyarakat setempat. Karena itu, para pihak dituntut menjaga janji damai melalui sikap saling menghormati, komunikasi terbuka, dan pengendalian diri bersama.

Pesan tersebut mengemuka setelah konflik sebelumnya membuat hubungan warga Bele dan Lewonara terganggu dan membutuhkan proses pemulihan panjang. Perdamaian kemudian ditempuh melalui kesepakatan antarpihak, sebelum pengukuhan adat dilakukan di hadapan masyarakat dan para pemangku kepentingan daerah.

Dalam pesannya, Faizal meminta masyarakat tidak mudah terprovokasi ketika muncul persoalan baru yang berpotensi memicu ketegangan. Ia mengarahkan penyelesaian persoalan melalui dialog, musyawarah, mekanisme adat, dan jalur hukum sesuai karakter masalah yang dihadapi bersama.

Langkah itu sejalan dengan upaya Polda NTT sebelumnya yang mendorong rekonsiliasi dan pendekatan adat untuk menyelesaikan konflik Adonara Timur. Pendekatan tersebut diarahkan agar kesepakatan diterima secara sosial, adat, dan hukum, sekaligus menutup ruang bagi konflik berulang kembali.

Kehadiran pemerintah daerah dan aparat keamanan dalam prosesi menunjukkan perdamaian ditempatkan sebagai agenda bersama, bukan urusan dua kelompok. Selain pejabat tersebut, hadir Kapolres Flores Timur AKBP Gede Putra Yase, Bupati Antonius Doni Dihen, serta unsur DPRD setempat.

Perdamaian ini juga menjadi ujian bagi kedua kampung untuk membuktikan bahwa kesepakatan dapat bertahan setelah seremoni selesai digelar. Ukuran keberhasilannya bukan hanya absennya bentrokan, tetapi kemampuan warga menyelesaikan perbedaan tanpa kembali menggunakan kekerasan sebagai cara penyelesaian.

Tokoh adat kedua pihak kini memikul tanggung jawab menjaga pesan perdamaian tetap hidup dalam hubungan sosial antarkampung mereka. Peran tokoh masyarakat, pemuda, pemerintah, dan aparat diperlukan untuk meredam provokasi serta memastikan setiap persoalan segera dibicarakan bersama.

Dengan pengukuhan melalui Bau Lolon, Bele dan Lewonara memasuki babak baru setelah lama berhadapan dengan persoalan yang memisahkan. Pesan dari Waiwerang kini jelas: konflik boleh menjadi masa lalu, tetapi persaudaraan harus menjadi dasar kehidupan kedua kampung.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....