Empat BTS Dibangun untuk Atasi Blank Spot di Flores Timur
- 11 Agt 2026 14:25 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Flores Timur – Pemerintah Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, terus berupaya memperkuat akses jaringan telekomunikasi di wilayah yang masih mengalami keterbatasan sinyal. Salah satu langkah yang dilakukan adalah membangun empat Base Transceiver Station (BTS) pada 2026.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Flores Timur, Silvester Kabelen, kepada RRI Ende, Selasa 11 Agustus 2026, mengatakan pembangunan empat BTS tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah mengatasi persoalan jaringan telekomunikasi di sejumlah wilayah.
Menurut Silvester, sebelumnya Pemerintah Kabupaten Flores Timur telah mengusulkan pembangunan 21 BTS kepada pemerintah pusat. Dari usulan tersebut, empat BTS akan dibangun pada 2026.
Empat BTS tersebut berada di Site Puhu, Site Kiwang Ona, Desa Gayak, dan Tonuwotan di Adonara Barat. Penentuan lokasi pembangunan dilakukan berdasarkan hasil tracking untuk menentukan titik koordinat yang dinilai dapat melayani beberapa desa di sekitarnya.
Silvester mengatakan pembangunan BTS menjadi salah satu langkah untuk mengurangi wilayah yang belum mendapatkan akses jaringan telekomunikasi. Pada 2026, terdapat 12 desa di Flores Timur yang masuk kategori blank spot, meningkat dari lima desa pada 2025.
Menurutnya, bertambahnya wilayah blank spot terjadi setelah adanya pemutusan sejumlah BTS sebagai dampak kebijakan efisiensi. Kondisi tersebut menyebabkan masyarakat di sejumlah desa kembali mengalami keterbatasan akses komunikasi setelah sebelumnya menikmati layanan jaringan.
Keterbatasan jaringan berdampak terhadap berbagai aktivitas masyarakat, terutama komunikasi, pendidikan, pelayanan publik, hingga kegiatan ekonomi. Kondisi tersebut juga menjadi tantangan bagi pelaku UMKM yang memanfaatkan internet untuk memasarkan dan menjual produk secara daring.
Silvester mengatakan pembangunan empat BTS tersebut sudah mulai dilakukan di lapangan. Pemerintah daerah berharap infrastruktur tersebut dapat mulai berfungsi sekitar Oktober 2026 sehingga sejumlah titik blank spot di Flores Timur dapat dikurangi.
Selain pembangunan BTS, Pemerintah Kabupaten Flores Timur juga mengupayakan solusi alternatif melalui jaringan fiber optik dan microwave link dari BTS terdekat.
Pemkab Flores Timur juga telah mengusulkan agar layanan internet gratis dari BAKTI dapat kembali diaktifkan untuk mendukung sekolah, fasilitas kesehatan, dan desa-desa yang mengalami gangguan jaringan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....