Tenun Ende-Nagekeo Jadi Sorotan di Fashion Show Guru PAUD

  • 10 Agt 2026 07:33 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Ende – Fashion Show Guru PAUD Tingkat Gugus PAUD Kecamatan Ende Selatan menjadi ruang bagi para pendidik untuk menunjukkan kreativitas sekaligus kecintaan terhadap budaya lokal Ende-Lio. Kegiatan yang digelar di Taman Bung Karno Ende, Sabtu 8 Agustus 2026, turut mendapat apresiasi dari Ferdinandus Rikin Radja, salah satu seniman dan pegiat seni di Kabupaten Ende yang dipercaya menjadi dewan juri. Menurutnya, kegiatan tersebut sejalan dengan upaya membangun kecintaan terhadap budaya daerah khas Ende-Lio.

Ferdinandus mengatakan, konsep fashion show kali ini memiliki perbedaan dibandingkan kegiatan serupa yang pernah diikutinya di Kecamatan Ende Utara. Jika sebelumnya sebagian besar peserta yang terlibat adalah anak-anak murid, kali ini para guru PAUD secara langsung menampilkan busana hasil kreativitas mereka. Busana yang diperagakan memanfaatkan berbagai bahan, termasuk tenun ikat, yang diolah melalui proses jahit, sulam, maupun aplikasi.

Ia mengungkapkan, sangat mengapresiasi kreativitas peserta yang mampu menggabungkan kain tenun Ende dan Nagekeo dalam rancangan busana yang ditampilkan. Menurutnya, penggunaan bahan lokal tersebut menunjukkan adanya upaya pendidik untuk mengeksplorasi kekayaan budaya melalui desain yang lebih kreatif. Para peserta juga ditantang untuk mampu mendesain, mengaplikasikan bahan, sekaligus menampilkan busana dengan nyaman dan percaya diri di atas catwalk.

Ferdinandus menjelaskan, penampilan di atas panggung menjadi salah satu bagian yang turut diperhatikan dalam proses penilaian. Dari peserta yang tampil, terdapat peserta yang belum memenuhi kualifikasi penilaian, tetapi ada pula yang mampu memahami tema dan mengeksekusinya dengan sangat baik di atas catwalk. Hal itu menunjukkan bahwa kreativitas tidak hanya terletak pada rancangan busana, tetapi juga pada kemampuan peserta menerjemahkan konsep ketika tampil di hadapan penonton dan dewan juri.

Selain fashion show guru, ia juga memberikan apresiasi terhadap berbagai kegiatan pentas dan lomba yang melibatkan anak-anak PAUD maupun TK di Kabupaten Ende. Menurutnya, kegiatan semacam itu menjadi proses pembelajaran bagi anak sekaligus ruang untuk melihat potensi yang mereka miliki sejak dini. Dari penampilan anak-anak, dapat terlihat bakat, kemampuan mengemas pementasan, hingga tingkat kepercayaan diri yang menjadi modal penting dalam perkembangan mereka.

Ia menilai kegiatan seni dan budaya yang melibatkan anak-anak juga dapat menjadi sarana untuk menemukan bibit-bibit baru di Kabupaten Ende. Sebagai dewan juri, dirinya bersama pihak lain dapat melihat anak-anak yang memiliki potensi melalui berbagai kegiatan yang memberikan ruang untuk tampil dan berekspresi. Karena itu, ia berharap kegiatan PAUD dan TK yang menampilkan keterampilan anak terus dikembangkan secara berkelanjutan.

Ia menambahkan, sebagai generasi muda dirinya tetap optimistis untuk berkarya meskipun ruang pengembangan seni tidak selalu tersedia dalam bentuk panggung atau kegiatan besar. Ia memilih menghadirkan kontribusi melalui cara lain dengan terjun langsung ke desa-desa maupun kecamatan untuk berbagi keterampilan yang dimilikinya. Pengembangan karakter melalui seni budaya Ende-Lio, termasuk tenun ikat, tari, dan kesenian tradisional lainnya, menjadi bagian yang ingin terus ia dorong.

Ia berharap kreativitas dan kecintaan terhadap budaya lokal terus tumbuh melalui keterlibatan guru, anak-anak, seniman, serta masyarakat. Menurutnya, budaya Ende-Lio tidak akan hilang selama terus dipelajari, dipraktikkan, dan diwariskan kepada generasi berikutnya. Kegiatan seperti Fashion Show Guru PAUD Tingkat Gugus PAUD Kecamatan Ende Selatan dinilai menjadi salah satu cara untuk menjaga budaya tetap hidup sekaligus membuka ruang kreativitas bagi para pendidik dan generasi muda.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....