BMKG NTT Ingatkan Risiko Gelombang Tinggi Perairan NTT

  • 08 Agt 2026 16:24 WIB
  •  Ende
Poin Utama
  • BMKG Stasiun Tenau-Kupang mengeluarkan prakiraan cuaca maritim untuk perairan NTT pada 8–9 Agustus 2026.
  • Gelombang 1,25–2,5 meter berpotensi terjadi di sejumlah perairan NTT dan berisiko bagi perahu nelayan serta kapal tongkang.
  • Gelombang 2,5–3,5 meter diperkirakan terjadi di beberapa wilayah, dengan risiko tambahan bagi kapal feri.
  • Cuaca perairan NTT umumnya cerah berawan dengan angin timur-tenggara berkecepatan 14–55 km/jam.
  • BMKG mengimbau masyarakat tidak melaut saat kondisi cuaca memburuk dan terus memantau informasi cuaca maritim terbaru.

RRI.CO.ID, Kupang - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Tenau-Kupang mengingatkan masyarakat, khususnya nelayan dan operator transportasi laut, terhadap potensi gelombang tinggi di sejumlah perairan Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu, 8 Agustus 2026. Prakirawan BMKG Stasiun Tenau-Kupang, Nimrot Adipapa Sipa, menyampaikan informasi cuaca maritim yang berlaku mulai Sabtu pukul 08.00 WITA hingga Minggu, 9 Agustus 2026 pagi.

Nimrot menjelaskan, gelombang setinggi 1,25 hingga 2,5 meter berpotensi terjadi di sejumlah wilayah, antara lain Selat Sape bagian utara, Selat Flores, Selat Pantar, perairan selatan Flores, perairan selatan Alor-Pantar, Selat Sumba bagian timur, Laut Sawu, Selat Ombai, perairan utara dan timur Kupang-Rote, Selat Pukuafu, perairan selatan Timor-Rote, serta perairan Taman Nasional Komodo. Kondisi tersebut dinilai berisiko terhadap keselamatan perahu nelayan dan kapal tongkang.

Sementara itu, gelombang lebih tinggi, yakni 2,5 hingga 3,5 meter, diperkirakan terjadi di Selat Sape bagian selatan, Selat Sumba bagian barat, perairan selatan Sumba, dan perairan Sawu-Raijua. Gelombang dengan ketinggian tersebut berisiko terhadap perahu nelayan, kapal tongkang, hingga kapal feri yang melintas.

Untuk kondisi cuaca, wilayah perairan NTT secara umum diprakirakan cerah berawan, dengan angin bertiup dari arah timur hingga tenggara dengan kecepatan sekitar 14 hingga 55 kilometer per jam. Kombinasi angin dan gelombang tersebut perlu menjadi perhatian bagi masyarakat yang melakukan aktivitas di laut.

BMKG mengimbau nelayan dan pengguna jasa transportasi laut untuk mempertimbangkan kondisi cuaca sebelum beraktivitas di perairan. Jika angin kencang dan gelombang tinggi terjadi, masyarakat diminta menunda aktivitas melaut demi menghindari risiko kecelakaan.

Nimrot juga meminta masyarakat terus memperbarui informasi cuaca maritim melalui kanal resmi BMKG, khususnya informasi terbaru dari BMKG Stasiun Meteorologi Tenau-Kupang. Langkah tersebut penting agar nelayan dan pelaku pelayaran dapat menyesuaikan rencana perjalanan dengan perkembangan kondisi laut.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....