Blank Spot Meluas, Warga Solor Selatan Terpaksa Cari Sinyal ke Lembata

  • 08 Agt 2026 16:11 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Larantuka – Buruknya akses telekomunikasi di wilayah kepulauan Kabupaten Flores Timur memaksa sebagian warga mencari sinyal hingga ke wilayah yang berbatasan dengan Kabupaten Lembata. Kondisi tersebut terjadi setelah sejumlah layanan Base Transceiver Station (BTS) berhenti beroperasi sehingga beberapa desa mengalami kondisi blank spot.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Flores Timur, Silvester Suban Toa Kabelen kepada RRI Kamis 6 Agustus 2026, mengatakan wilayah Solor bagian selatan secara geografis lebih dekat dengan jangkauan sinyal dari Kabupaten Lembata maupun wilayah Wulanggitang. Akibatnya, ketika BTS yang melayani wilayah tersebut berhenti beroperasi, masyarakat kesulitan memperoleh akses komunikasi.

Menurut Silvester, Desa Lewotana Ole di Kecamatan Solor Barat menjadi salah satu wilayah yang terdampak setelah layanan BTS milik salah satu operator telekomunikasi dihentikan. Kondisi itu membuat warga harus mencari lokasi tertentu yang masih dapat menangkap sinyal dari wilayah lain.

"Posisi mereka di Solor bagian selatan sebenarnya lebih dekat mendapat limpahan sinyal dari Lembata atau Wulanggitang. Ketika jalur utama diputus, masyarakat harus mencari titik-titik tertentu atau bergeser ke wilayah yang masih memiliki jangkauan sinyal hanya untuk berkomunikasi," ujarnya.

Ia menjelaskan keterbatasan jaringan tidak hanya menghambat komunikasi masyarakat, tetapi juga berdampak pada pelayanan publik. Akses terhadap layanan pendidikan, kesehatan, pemerintahan, hingga aktivitas ekonomi masyarakat ikut terganggu akibat sulitnya memperoleh jaringan telekomunikasi.

Pemerintah Kabupaten Flores Timur terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat dan pihak terkait agar layanan telekomunikasi di desa-desa terdampak dapat segera dipulihkan. Keberadaan jaringan komunikasi dinilai menjadi kebutuhan dasar masyarakat, terutama di wilayah kepulauan yang memiliki tantangan geografis.

Silvester berharap pemulihan jaringan telekomunikasi dapat segera direalisasikan sehingga masyarakat tidak lagi bergantung pada jangkauan sinyal dari daerah lain. Menurutnya, pemerataan akses komunikasi menjadi bagian penting dalam mendukung pelayanan publik dan pembangunan di Flores Timur.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....