Transformasi Digital ELIA Perluas Akses Literasi Masyarakat Ende

  • 06 Agt 2026 16:41 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Ende – Pemerintah Kabupaten Ende melalui Dinas Perpustakaan dan Kearsipan resmi meluncurkan Transformasi Digital ELIA (Ende Library & Archive) sekaligus mengimplementasikan Aplikasi SRIKANDI (Sistem Informasi Kearsipan Dinamis Terintegrasi). Peluncuran berlangsung di Ruang Garuda Kantor Bupati Ende, Rabu 5 Agustus 2026, sebagai bagian dari percepatan digitalisasi layanan publik.

Peluncuran ditandai dengan pemindaian biometrik tangan oleh Bupati Ende Yosef Benediktus Badeoda, Wakil Bupati Ende Dominikus Minggu Mere, dan Pimpinan DPRD Ende Flavianus Waro. Prosesi tersebut menjadi simbol dimulainya pemanfaatan layanan perpustakaan dan kearsipan berbasis digital di Kabupaten Ende.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Ende, Lambertus Siga Sare, mengatakan perkembangan teknologi informasi telah mengubah cara masyarakat memperoleh informasi dan mengakses pelayanan publik. Karena itu, pemerintah dituntut menghadirkan layanan yang lebih cepat, mudah, transparan, dan dapat diakses kapan saja.

Ia menjelaskan peluncuran ELIA dan implementasi SRIKANDI merupakan bagian dari proyek perubahan dalam Pendidikan Kepemimpinan Nasional Tingkat II. Program tersebut juga menjadi wujud komitmen pemerintah daerah dalam mendukung transformasi digital, reformasi birokrasi, serta peningkatan kualitas pelayanan publik.

Menurut Lambertus, ELIA hadir sebagai platform layanan perpustakaan dan arsip digital Kabupaten Ende yang dapat diakses melalui https://elia.endekab.go.id. Melalui platform tersebut, masyarakat dapat mengakses katalog buku, koleksi buku digital, informasi perpustakaan, hingga arsip digital secara lebih mudah, cepat, dan efisien

Selain menghadirkan kemudahan akses, implementasi ELIA diharapkan mampu memperluas jangkauan layanan perpustakaan kepada masyarakat. Digitalisasi juga menjadi langkah untuk menyesuaikan pelayanan pemerintah dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan masyarakat.

Lambertus menegaskan keberhasilan sebuah inovasi tidak hanya diukur dari hadirnya aplikasi, tetapi juga dari manfaat yang dirasakan masyarakat dan perubahan budaya kerja di lingkungan pemerintahan. Menurutnya, inovasi digital harus mampu meningkatkan efektivitas pelayanan sekaligus memperkuat tata kelola administrasi.

"Melalui ELIA kami berharap akses masyarakat terhadap ilmu pengetahuan semakin luas, budaya literasi semakin tumbuh, dan layanan perpustakaan menjadi lebih inklusif," ujarnya. Ia optimistis kehadiran ELIA dan SRIKANDI akan memperkuat ekosistem literasi serta pengelolaan arsip digital di Kabupaten Ende.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....