Dua Pelajar SMKS Yohanes XXIII Raih Beasiswa usai LKS Nasional
- 06 Agt 2026 07:30 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Sikka – Dua pelajar SMKS Yohanes XXIII Maumere, Kabupaten Sikka, disambut meriah setibanya di sekolah pada Rabu 5 Agustus /2026 setelah mengikuti Lomba Kompetensi Siswa (LKS) Tingkat Nasional Tahun 2026. Sambutan itu menjadi bentuk apresiasi atas perjuangan mereka membawa nama sekolah, Kabupaten Sikka, dan Provinsi Nusa Tenggara Timur di ajang nasional.
Longginus Nong Ariel dari Jurusan Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ) serta Christian Julio Badar dari Jurusan Desain Komunikasi Visual (DKV) dijemput rekan-rekannya dari rumah guru pembimbing, Bernard Weu. Mengenakan jaket kontingen LKS NTT, keduanya diarak menggunakan kendaraan pikap mengelilingi Kota Maumere sebagai kampanye semangat berprestasi di dunia pendidikan.
Suasana penyambutan semakin semarak saat rombongan tiba di gerbang sekolah dengan iringan bunyi gong waning dan tepuk tangan ratusan pelajar. Longginus dan Christian tampak haru ketika turun dari kendaraan dan menerima sambutan hangat dari guru serta teman-teman mereka.
Prosesi adat turut mewarnai penyambutan dengan pengalungan selendang kepada kedua pelajar berprestasi tersebut. Kepala SMKS Yohanes XXIII Bernadus Badar juga memberikan penghormatan kepada guru pembimbing Bernard Weu dan Venansius A. Keta Ga'a atas dedikasi mereka mendampingi peserta hingga tingkat nasional.
Longginus Nong Ariel merupakan juara LKS SMK Tingkat Provinsi NTT 2026 pada bidang Teknik Pengkabelan Jaringan Informasi sehingga berhak mewakili NTT di kompetisi nasional yang berlangsung di Bogor. Sementara Christian Julio Badar menjadi juara bidang Graphic Design Technology dan mengikuti LKS Nasional secara daring dari Maumere.
Kompetisi nasional berakhir pada Sabtu 1 Agustus 2026, namun kedua pelajar tersebut belum berhasil menembus 10 besar nasional. Meski demikian, pengalaman bersaing dengan peserta terbaik dari seluruh provinsi dinilai menjadi pencapaian berharga sekaligus bekal untuk meningkatkan kompetensi di masa mendatang.
"Saya harus berhadapan dengan 31 pelajar terbaik dari masing-masing provinsi. Mohon maaf, saya belum bisa meraih prestasi yang lebih baik," ujar Longginus saat berbagi pengalaman di hadapan warga sekolah. Ia mengaku keberhasilannya mencapai tingkat nasional tidak lepas dari bimbingan guru, disiplin berlatih, dan dukungan penuh dari sekolah.
Kepala SMKS Yohanes XXIII Bernadus Badar mengatakan perjuangan kedua siswanya hingga tampil di tingkat nasional merupakan kebanggaan besar bagi sekolah. Menurutnya, capaian tersebut lebih penting daripada sekadar hasil akhir karena menunjukkan kemampuan siswa SMK daerah bersaing di level nasional.
Pengurus Yayasan Pendidikan Thomas (Yapenthom), Eustakhius Elvodius, berharap prestasi itu menjadi motivasi bagi seluruh pelajar untuk terus meningkatkan kemampuan dan berani mengikuti kompetisi. Sebagai bentuk penghargaan, Yapenthom memberikan beasiswa berupa pembebasan biaya sekolah selama satu tahun ajaran kepada Longginus Nong Ariel dan Christian Julio Badar, yang disambut dengan penuh syukur oleh kedua duta prestasi tersebut.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....