Gubernur NTT Pimpin Rakor Penyelesaian Konflik Adonara, Fokus Cari Akar Persoalan
- 04 Agt 2026 15:02 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Ende – Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, memimpin Rapat Koordinasi Penyelesaian Konflik Horizontal antara warga Dusun Bele, Desa Waiburak, dan warga Dusun Lewonara, Desa Narasaosina, Kecamatan Adonara Timur, Kabupaten Flores Timur. Rapat yang berlangsung di Ruang Rapat Gubernur NTT, Senin, 3 Agustus 2026, menjadi langkah strategis pemerintah dalam mempercepat penyelesaian konflik yang telah berlangsung sejak 6 Maret 2026.
Rapat koordinasi tersebut dihadiri jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi NTT serta pimpinan perangkat daerah terkait. Kehadiran seluruh unsur pemerintah dan aparat keamanan menjadi bentuk sinergi dalam merumuskan langkah penanganan konflik secara menyeluruh, mulai dari aspek keamanan, kemanusiaan, hingga upaya rekonsiliasi antarwarga yang bertikai.
Dalam arahannya, Gubernur Melki menegaskan bahwa penyelesaian konflik tidak cukup hanya menghentikan bentrokan, tetapi harus menyentuh akar persoalan agar kejadian serupa tidak kembali terulang. "Untuk kejadian yang terjadi di Adonara ini mesti kita cari cara untuk segera diselesaikan. Kita mesti cari akar persoalannya agar kejadian seperti ini tidak terulang di kemudian hari," tegas Gubernur.
Konflik yang terjadi di Adonara telah menimbulkan dampak besar bagi masyarakat. Berdasarkan data yang dipaparkan dalam rapat, peristiwa tersebut menyebabkan tiga orang meninggal dunia, 17 orang mengalami luka-luka, 68 unit rumah terbakar, sembilan sepeda motor hangus dilalap api, serta 14 unit peralatan elektronik mengalami kerusakan.
Melihat besarnya dampak tersebut, Gubernur mengimbau seluruh masyarakat, khususnya kedua kelompok yang bertikai, untuk menahan diri dan tidak mudah terprovokasi oleh informasi maupun tindakan yang dapat memperburuk situasi.
Pemerintah Provinsi NTT menegaskan komitmennya untuk terus mengawal proses penyelesaian konflik hingga tercapai kesepakatan damai yang dapat diterima semua pihak. Melalui penguatan koordinasi lintas sektor bersama Forkopimda, pemerintah berharap proses penanganan dapat berjalan secara terukur, komprehensif, dan berorientasi pada rekonsiliasi, sehingga masyarakat Adonara dapat kembali hidup dalam suasana aman, damai, dan harmonis.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....