Reading Camp SDK Yos Sudarso Perkuat Budaya Literasi sejak Dini

  • 04 Agt 2026 07:51 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Sikka – SDK Yos Sudarso Maumere memperkuat budaya membaca melalui pembiasaan literasi yang diterapkan setiap hari di lingkungan sekolah. Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan Reading Camp yang diikuti sekitar 300 peserta didik di halaman sekolah pada Senin 3 Agustus 2026.

Kegiatan ini tidak dikemas sebagai ajang perlombaan ataupun seremoni semata, melainkan menjadi bagian dari strategi sekolah membangun kebiasaan membaca sejak usia dini. Peserta didik diajak berinteraksi dengan buku sesuai tingkat kemampuan dan tahapan perkembangan literasi mereka.

Reading Camp mendapat dukungan Tim Literasi Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Sikka, Camat Alok Timur Kasianus Kei, perwakilan Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Sikka Yosef Supratman, S.Pd., Pemerintah Kelurahan Beru, Komite Sekolah, guru, orang tua, serta berbagai unsur masyarakat.

Melalui konsep Wisata Literasi, materi pembelajaran disusun secara bertahap mulai dari pengenalan huruf, penguasaan kosakata, merangkai kalimat, membaca lancar, hingga membaca pemahaman. Pendekatan tersebut disesuaikan dengan kemampuan masing-masing peserta didik agar proses belajar berlangsung bertahap dan berkelanjutan.

Kepala SDK Yos Sudarso Maumere, Sr. Hubertina Nino, mengatakan peningkatan kemampuan membaca hanya dapat dicapai apabila literasi menjadi budaya yang tumbuh dalam kehidupan sekolah. Menurutnya, sekolah telah menerapkan Gong Literasi Gerakan 30 Menit Membaca sebelum pembelajaran dimulai dan setelah jam sekolah berakhir, yang dipadukan dengan implementasi 7 Kebiasaan Anak Indonesia.

"Program ini kami jalankan agar membaca menjadi bagian dari karakter peserta didik, bukan sekadar kewajiban. Kami ingin melahirkan generasi yang gemar membaca, mampu berpikir kritis, kreatif, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan masa depan," ujar Sr. Hubertina.

Camat Alok Timur, Kasianus Kei, menilai pembiasaan membaca perlu menjadi gerakan bersama seluruh satuan pendidikan karena literasi, numerasi, dan sains merupakan fondasi pembangunan sumber daya manusia. Ia mengajak seluruh sekolah di Kabupaten Sikka menjadikan literasi sebagai budaya bersama agar lahir generasi yang cerdas, inovatif, berkarakter, dan berdaya saing.

Pandangan serupa disampaikan Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Sikka, Very Awales, yang menyebut Reading Camp sebagai contoh praktik baik dalam membangun budaya membaca. Menurutnya, kegiatan tersebut memadukan pembelajaran, pembiasaan, serta kolaborasi antara sekolah, keluarga, pemerintah, dan masyarakat dalam menciptakan ekosistem literasi.

Very Awales berharap kegiatan serupa dapat menginspirasi sekolah-sekolah lain di Kabupaten Sikka untuk memperkuat fungsi perpustakaan sebagai pusat belajar sekaligus memperluas kerja sama dengan Dinas Kearsipan dan Perpustakaan. Ia menilai penguatan literasi tidak selalu bergantung pada pembangunan fasilitas baru, tetapi dapat dimulai dari kebiasaan membaca yang dilakukan secara konsisten sejak jenjang pendidikan dasar.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....