Deklarasi Antikekerasan Anak, Ende Perkuat Komitmen Perlindungan Bersama

  • 04 Agt 2026 07:22 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Ende – Forum Anak Kabupaten Ende (Foraken) bersama Wahana Visi Indonesia (WVI) dan Pemerintah Kabupaten Ende mendeklarasikan gerakan antikekerasan terhadap anak di Aula Paroki Onekore, Jumat 31 Juli 2026. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 2026 yang diperingati pada 23 Juli lalu.

Deklarasi ditandai dengan penandatanganan baliho bertuliskan "Akhiri Kekerasan terhadap Anak Dimulai dari Saya" oleh Bupati Ende Yosef Benediktus Badeoda. Penandatanganan kemudian diikuti Area Program Manager Klaster Flores Tengah WVI Abner Sembong dan Ketua Foraken Alexandra Divafirst Djou sebagai simbol komitmen bersama melindungi anak.

Ketua Foraken Alexandra Divafirst Djou mengatakan deklarasi tersebut menjadi bentuk kesepakatan seluruh pihak untuk menciptakan lingkungan yang aman bagi anak-anak. Komitmen itu mencakup penolakan terhadap kekerasan fisik, pencegahan perundungan verbal, serta penguatan ruang-ruang yang ramah anak.

Menurut Alexandra, setiap anak memiliki hak untuk tumbuh, berkembang, memperoleh perlindungan, dan mendapatkan kasih sayang. Karena itu, ia mengajak pemerintah, lembaga, sekolah, keluarga, hingga masyarakat bergandengan tangan menjaga anak-anak dari berbagai bentuk kekerasan.

Ia berharap kolaborasi tersebut mampu menekan angka anak putus sekolah, perundungan, maupun kasus kekerasan terhadap anak di Kabupaten Ende. Dalam kesempatan yang sama, Foraken juga menyerahkan dokumen Suara Anak kepada Pemerintah Kabupaten Ende sebagai bahan masukan dalam penyusunan kebijakan yang berpihak pada kepentingan anak.

Bupati Ende Yosef Benediktus Badeoda menegaskan keluarga menjadi fondasi utama dalam membentuk masa depan anak. Menurutnya, anak sulit bertumbuh secara optimal apabila hidup dalam keluarga yang rapuh atau kehilangan peran figur ayah maupun ibu.

Ia menyoroti semakin maraknya fenomena fatherless dan motherless yang dinilai berdampak terhadap tumbuh kembang anak. Yosef mengingatkan bahwa perlindungan dan pembangunan masa depan anak harus dimulai dari keluarga yang utuh dan mampu memberikan perhatian serta kasih sayang.

Selain persoalan pengasuhan, Yosef juga menyoroti pelibatan anak dalam aksi demonstrasi, termasuk saat polemik sempadan pantai Ndao. Ia menegaskan anak-anak seharusnya diberi ruang menikmati masa tumbuh kembangnya tanpa dibebani persoalan yang menjadi tanggung jawab orang dewasa.

Sebagai langkah konkret, Pemerintah Kabupaten Ende tengah menyiapkan program Family for Life yang mendorong orang tua meluangkan sedikitnya satu hari libur setiap pekan untuk berkegiatan bersama anak. Program tersebut rencananya akan diperkuat melalui Peraturan Bupati agar keluarga memiliki ruang berkualitas untuk bermain dan membangun kedekatan di berbagai ruang publik seperti Lapangan Marilonga, halaman Kantor Bupati, maupun taman kota.

Menutup kegiatan tersebut, Bupati Yosef mengajak seluruh elemen masyarakat memperkuat komitmen memenuhi hak-hak anak dan melindungi mereka dari segala bentuk kekerasan. Ia berharap setiap anak di Kabupaten Ende memperoleh kesempatan yang sama untuk tumbuh, berkembang, berpartisipasi, serta meraih cita-citanya dalam lingkungan yang aman dan mendukung.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....