Manggarai Timur Perkuat Pendampingan Kesehatan Jiwa Berbasis Masyarakat

  • 02 Agt 2026 12:41 WIB
  •  Ende
Poin Utama
  • Pemerintah Kabupaten Manggarai Timur melakukan evaluasi program kesehatan jiwa yang dijalankan bersama NGO Ayo Indonesia di tiga wilayah kerja Puskesmas.
  • Program kesehatan jiwa tidak hanya fokus pada pengobatan klinis, tetapi juga penguatan dukungan sosial di tengah masyarakat.
  • Kolaborasi melibatkan tenaga kesehatan, kader Keswa, dan Orang Muda Katolik (OMK) untuk mendampingi orang dengan gangguan jiwa dan keluarganya.

RRI.CO.ID, Manggarai Timur - Pemerintah Kabupaten Manggarai Timur mengevaluasi pelaksanaan program penanganan kesehatan jiwa (Keswa) yang selama ini dijalankan bersama NGO Ayo Indonesia. Evaluasi tersebut bertujuan mengukur capaian pendampingan pasien gangguan jiwa di tiga wilayah kerja Puskesmas Borong, Puskesmas Peot, dan Puskesmas Kisol.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Manggarai Timur, dr. Surip Tintin, saat wawancara bersama RRI, Sabtu, 1 Agustus 2026, mengatakan pelayanan kesehatan jiwa tidak hanya berfokus pada pengobatan klinis, tetapi juga penguatan dukungan sosial di tengah masyarakat. Melalui kolaborasi dengan NGO Ayo Indonesia, tenaga kesehatan, kader Keswa, serta Orang Muda Katolik (OMK) dilibatkan untuk mendampingi orang dengan gangguan jiwa (ODGJ), keluarga, dan lingkungan sekitar agar proses pemulihan berjalan lebih optimal.

Hasil evaluasi menunjukkan masih terdapat lebih dari seratus ODGJ yang belum memperoleh penanganan klinis secara maksimal. Kondisi tersebut dipengaruhi minimnya dukungan keluarga, terutama karena keterbatasan ekonomi yang membuat anggota keluarga harus membagi waktu antara merawat pasien dan memenuhi kebutuhan hidup.

Menurut dr. Surip Tintin, lemahnya pendampingan keluarga menyebabkan pasien sering berpindah-pindah tempat sehingga sulit dipantau dan menjalani pengobatan secara rutin. Situasi itu menjadi tantangan utama bagi petugas kesehatan dalam memastikan pasien mengonsumsi obat dan menjalani terapi sesuai anjuran.

Sebagai tindak lanjut, Dinas Kesehatan membentuk Tim Pelaksana Kesehatan Jiwa Masyarakat Daerah (TPKJMD) di tingkat kabupaten dan kecamatan dengan melibatkan lintas sektor, mulai dari pemerintah desa, tokoh agama, tokoh masyarakat, hingga kader kesehatan. Selain memperkuat pendampingan, pemerintah juga berkoordinasi dengan Dinas Sosial untuk memberikan dukungan rehabilitasi berupa bantuan alat musik, jaring, bibit tanaman, maupun ternak bagi pasien yang telah pulih agar kembali produktif secara ekonomi.

Dr. Surip Tintin menegaskan keterlibatan keluarga, pemerintah desa, Puskesmas, dan masyarakat menjadi faktor penentu keberhasilan pemulihan ODGJ. Menurutnya, dukungan lingkungan mampu mengurangi faktor pemicu kekambuhan sehingga pasien memiliki peluang lebih besar untuk hidup mandiri dan kembali berfungsi di tengah masyarakat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....