BP3MI NTT Buka Peluang Kerja Global Bagi Lulusan Muda

  • 02 Agt 2026 12:39 WIB
  •  Ende
Poin Utama
  • BP3MI NTT membuka peluang kerja luar negeri melalui Program SMK Go Global bagi lulusan SMA, SMK, hingga perguruan tinggi.
  • Pemerintah menargetkan 40 ribu peserta secara nasional, sedangkan NTT memperoleh kuota 920 peserta.
  • Di NTT, pelatihan difokuskan pada sektor hospitality dan kesehatan sesuai kebutuhan pasar kerja internasional.
  • Seluruh biaya pelatihan selama tiga bulan ditanggung pemerintah dan peserta akan dipertemukan langsung dengan pemberi kerja di negara tujuan.
  • BP3MI memastikan seluruh proses penempatan dilakukan secara legal, aman, sesuai prosedur, dan berada dalam perlindungan pemerintah.

RRI.CI.ID, Kupang - Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) mengajak lulusan SMA, SMK, hingga perguruan tinggi memanfaatkan Program SMK Go Global untuk bekerja secara legal, aman, dan terlindungi di luar negeri. Program yang menjadi bagian dari kebijakan pemerintah tersebut bertujuan menyiapkan tenaga kerja muda Indonesia agar mampu bersaing di pasar kerja internasional.

Kepala BP3MI Provinsi NTT, Suratmi Hamida, S.Sos, saat wawancara RRI di Florata Pagi, Sabtu, 1 Agustus 2026, mengatakan pemerintah menargetkan 40 ribu peserta secara nasional pada tahun ini yang akan dipersiapkan untuk delapan sektor pekerjaan, di antaranya kesehatan, hospitality, manufaktur, transportasi, pertanian, konstruksi, bahasa, dan teknologi informasi. Peserta akan mengikuti pelatihan kompetensi selama tiga bulan dengan biaya yang ditanggung pemerintah sebelum dipertemukan dengan pemberi kerja di negara tujuan.

Di NTT, kata Suratmi, kuota peserta yang tersedia mencapai 920 orang. Namun, keterbatasan lembaga pelatihan membuat daerah ini sementara hanya membuka dua sektor, yakni hospitality dan kesehatan, yang dinilai memiliki permintaan tenaga kerja cukup tinggi di berbagai negara.

Ia menjelaskan, pelatihan akan dilaksanakan di sejumlah lembaga vokasi yang telah lolos verifikasi, antara lain Universitas Citra Bangsa, San Pedro, Poltekkes Kemenkes Kupang, LP3I Kupang, dan Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Kupang. Informasi resmi mengenai persyaratan dan pendaftaran dapat diperoleh melalui media sosial BP3MI NTT maupun Dinas Tenaga Kerja di kabupaten dan kota.

Menurut Suratmi, seluruh proses penempatan pekerja migran dilakukan sesuai regulasi Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia sehingga peserta memperoleh pelindungan sejak pelatihan hingga penempatan kerja. Program ini juga diharapkan mampu membuka akses pekerjaan formal di luar negeri sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan mengurangi angka pengangguran di NTT.

Suratmi mengimbau generasi muda NTT memanfaatkan kesempatan tersebut dengan melengkapi seluruh persyaratan administrasi dan mengikuti pelatihan secara serius. Ia berharap semakin banyak peserta dari NTT yang berhasil bekerja di luar negeri sesuai kompetensinya sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan keluarga sekaligus mengangkat daya saing tenaga kerja daerah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....