TBM Poco Ndeki: Minat Baca Anak Tidak Hilang, Hanya Perlu Dipantik
- 31 Jul 2026 20:40 WIB
- Ende
Poin Utama
- Ketua Pengelola Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Poco Ndeki Cakrawala Borong, Marselinus Minggus, menilai minat baca anak tidak benar-benar hilang di tengah perkembangan teknologi digital.
- Menurutnya, pendekatan yang diterapkan bukan memaksa anak membaca buku pelajaran, melainkan menghadirkan bacaan yang mereka sukai.
- Ia menambahkan, keberadaan taman bacaan masyarakat menjadi pelengkap pendidikan formal sekaligus menyediakan ruang belajar yang lebih dekat dengan kebutuhan anak.
- Menurutnya, lingkungan belajar yang nyaman dan bacaan yang sesuai mampu mendorong anak membangun kebiasaan membaca secara bertahap.
RRI.CO.ID, Manggarai Timur – Ketua Pengelola Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Poco Ndeki Cakrawala Borong, Marselinus Minggus, menilai minat baca anak tidak benar-benar hilang di tengah perkembangan teknologi digital. Menurutnya, minat tersebut hanya membutuhkan pendekatan yang sesuai dengan dunia anak agar kembali tumbuh.
Marselinus mengatakan, TBM Poco Ndeki Cakrawala Borong berdiri pada 2 Februari 2022 sebagai ruang belajar nonformal bagi anak-anak di Kabupaten Manggarai Timur. Kehadiran taman bacaan itu berawal dari keprihatinannya melihat anak-anak lebih banyak menghabiskan waktu bermain gawai setelah pulang sekolah dibandingkan membaca buku.
"Minat baca itu sebenarnya tidak mati, hanya tidur dan perlu dipantik kembali dengan bacaan yang sesuai dengan dunia anak," ujarnya saat menjadi narasumber Program Komunitas Bicara Pro 1 RRI Ende, Selasa 28 Juli 2026.
Menurutnya, pendekatan yang diterapkan bukan memaksa anak membaca buku pelajaran, melainkan menghadirkan bacaan yang mereka sukai. Buku cerita, dongeng, majalah anak, hingga cerita rakyat dipilih agar anak-anak kembali tertarik untuk membaca.
Marselinus mengungkapkan, saat pertama kali didirikan, TBM Poco Ndeki hanya memiliki 15 koleksi buku. Namun, melalui dukungan masyarakat, Perpustakaan Nasional, pemerintah, dan berbagai yayasan, jumlah koleksinya kini mencapai hampir 4.000 eksemplar.
Ia menambahkan, keberadaan taman bacaan masyarakat menjadi pelengkap pendidikan formal sekaligus menyediakan ruang belajar yang lebih dekat dengan kebutuhan anak. Menurutnya, lingkungan belajar yang nyaman dan bacaan yang sesuai mampu mendorong anak membangun kebiasaan membaca secara bertahap.
Marselinus berharap dalam lima tahun ke depan setiap desa di Kabupaten Manggarai Timur memiliki taman baca atau pojok baca yang aktif. Ia meyakini semakin banyak ruang literasi yang tersedia, semakin kuat pula budaya membaca dan belajar yang tumbuh di tengah masyarakat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....