Bawaslu Ende Terima Kunjungan Penelitian Akademisi Unwira Kupang

  • 31 Jul 2026 14:06 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Ende – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Ende menerima kunjungan penelitian dari dosen Universitas Katolik Widya Mandira (Unwira) Kupang, Dr. Apolonaris Gai, S.IP., M.P., pada Rabu, 29 Juli 2026. Penelitian yang mengangkat tema "Peran Bawaslu NTT dalam Pencegahan Politik Uang pada Pemilu 2024 di Wilayah Kepulauan" ini bertujuan menggali pengalaman dan strategi pengawasan pemilu di daerah kepulauan, khususnya di Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Kedatangan peneliti disambut langsung oleh Ketua Bawaslu Kabupaten Ende, Basilius Wena, S.H., didampingi Anggota Bawaslu Kabupaten Ende, Miftah Faridl, S.Sos. Dalam kesempatan tersebut, Dr. Apolonaris melakukan wawancara mendalam dengan para komisioner untuk memperoleh informasi mengenai efektivitas pengawasan serta berbagai tantangan yang dihadapi dalam mencegah praktik politik uang selama penyelenggaraan Pemilu 2024.

Menurut Dr. Apolonaris Gai, penelitian ini difokuskan pada upaya mengidentifikasi strategi pencegahan politik uang yang diterapkan Bawaslu sekaligus mengkaji pengaruh kondisi geografis wilayah kepulauan terhadap pelaksanaan pengawasan pemilu. Hasil penelitian diharapkan dapat memberikan gambaran komprehensif mengenai tantangan pengawasan demokrasi di daerah kepulauan serta menjadi referensi bagi penguatan kebijakan pengawasan pemilu di masa mendatang.

Ketua Bawaslu Kabupaten Ende, Basilius Wena, menyambut baik pelaksanaan penelitian tersebut. Ia menilai kolaborasi antara lembaga pengawas pemilu dan kalangan akademisi memiliki peran penting dalam mengevaluasi efektivitas pengawasan sekaligus merumuskan strategi yang lebih adaptif terhadap karakteristik wilayah kepulauan.

Menurutnya, pengalaman pengawasan Pemilu 2024 di NTT dapat menjadi bahan pembelajaran untuk memperkuat kualitas demokrasi di masa depan. "Kami sangat terbuka terhadap riset-riset akademis seperti ini. Pengalaman pengawasan Pemilu 2024 di daerah kepulauan memiliki karakteristik tersendiri, dan hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan masukan konstruktif bagi penguatan demokrasi di NTT," ujar Basilius Wena.

Kegiatan wawancara berlangsung dalam suasana terbuka dan interaktif serta ditutup dengan diskusi mengenai pentingnya memperkuat sinergi antara perguruan tinggi dan Bawaslu. Melalui kerja sama tersebut, diharapkan lahir berbagai rekomendasi ilmiah yang mampu mendukung upaya pencegahan politik uang, meningkatkan kualitas pengawasan pemilu, serta mewujudkan penyelenggaraan pemilu yang jujur, adil, dan berintegritas di Nusa Tenggara Timur.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....