Kemenag Ende Perkuat Bekal Calon Keluarga lewat Doa dan Kitab Suci
- 31 Jul 2026 13:58 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Ende – Sebanyak 16 pasangan muda Katolik mengikuti Kursus Persiapan Perkawinan Katolik di Paroki St. Marinus Puurere, Kabupaten Ende, sebagai bekal membangun rumah tangga yang kokoh dalam iman. Kegiatan yang digelar Kantor Kementerian Agama Kabupaten Ende bersama Gereja Lokal Paroki St. Marinus Puurere ini berlangsung di Aula Tarsisius, Rabu 29 Juli 2026.
Kursus tersebut merupakan bagian dari rangkaian persiapan perkawinan yang berlangsung sejak Senin (27/7/2026) hingga Sabtu (1/8/2026). Penyuluh Agama Katolik Kementerian Agama Kabupaten Ende, Elpidus Lau, terlibat dalam pendampingan peserta melalui materi yang berkaitan dengan kehidupan keluarga Katolik.
Pada sesi Rabu, peserta mendapatkan materi bertema “Doa dan Kitab Suci dalam Keluarga”. Materi tersebut mengajak pasangan muda memahami bahwa kehidupan rumah tangga tidak hanya dibangun melalui kesiapan secara sosial dan ekonomi, tetapi juga membutuhkan fondasi iman yang kuat.
Elpidus Lau menjelaskan, doa bersama dan Kitab Suci memiliki peran penting dalam membantu pasangan menghadapi berbagai dinamika kehidupan keluarga. Menurutnya, kebiasaan berdoa dan membaca Kitab Suci bersama dapat menjadi ruang bagi pasangan untuk menumbuhkan cinta, pengampunan, komunikasi, serta harapan dalam kehidupan rumah tangga.
Ia menambahkan, persiapan perkawinan menjadi kesempatan bagi pasangan muda untuk membangun pemahaman yang lebih matang mengenai tanggung jawab dalam kehidupan keluarga. Dengan demikian, pasangan tidak hanya mempersiapkan diri menuju pemberkatan perkawinan, tetapi juga memahami tantangan dan tanggung jawab setelah membangun rumah tangga.
Kolaborasi Kementerian Agama Kabupaten Ende dan Gereja Lokal Paroki St. Marinus Puurere dalam kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat pelayanan dan bimbingan keagamaan kepada masyarakat. Pendampingan tersebut diharapkan mampu membantu pasangan muda memiliki kesiapan yang lebih utuh sebelum memasuki kehidupan perkawinan.
Kegiatan ini juga sejalan dengan Asta Protas Kementerian Agama, terutama dalam penguatan bimbingan keagamaan dan ketahanan keluarga. Pendekatan tersebut menempatkan keluarga sebagai ruang penting untuk menanamkan nilai iman, kasih, pengampunan, dan kepedulian terhadap sesama.
Melalui kursus perkawinan ini, para pasangan muda diharapkan mampu membawa nilai-nilai yang diperoleh dalam kehidupan sehari-hari. Keluarga yang dibangun di atas iman, komunikasi, dan kasih diharapkan dapat menjadi tempat bertumbuh sekaligus memberikan kesaksian positif bagi kehidupan Gereja dan masyarakat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....