Anak Terdampak Konflik Adonara Timur Ikuti Trauma Healing Polres Flotim

  • 30 Jul 2026 13:48 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Flores Timur – Anak-anak yang terdampak perselisihan antarwarga di Kecamatan Adonara Timur, Kabupaten Flores Timur, mendapat pendampingan trauma healing dari Polres Flores Timur, Rabu 29 Juli 2026. Pendampingan tersebut dipadukan dengan terapi Universal Emotional Freedom Technique (USEFT) untuk membantu anak-anak memulihkan kondisi psikologis dan kembali menjalani aktivitas dengan lebih tenang.

Kegiatan dipimpin Wakapolres Flores Timur Kompol I Ketut Mastina bersama personel dan Polwan Polres Flores Timur. Pendampingan berlangsung di dua lokasi, yakni Balai Dusun Bele, Desa Waiburak, serta SDK Narasaosina, Kecamatan Adonara Timur.

Di Balai Dusun Bele, kegiatan diikuti anak-anak Desa Bele yang bersekolah di SD Inpres Riangrindu bersama para pendamping. Sementara di SDK Narasaosina, pendampingan menyasar anak-anak dari Desa Narasaosina yang turut terdampak perselisihan antarwarga.

Suasana pendampingan dibuat tidak kaku agar anak-anak lebih mudah mengikuti proses pemulihan. Mereka diajak bermain permainan edukatif, bernyanyi bersama, menerima motivasi, serta mengikuti terapi USEFT dengan pendekatan yang sederhana dan penuh kehangatan.

Selain pemulihan psikologis, Polres Flores Timur juga menyerahkan bantuan tas sekolah dan alat tulis dari Kapolda Nusa Tenggara Timur kepada anak-anak di kedua lokasi. Bantuan tersebut menjadi bentuk perhatian terhadap keberlanjutan pendidikan anak-anak yang terdampak perselisihan antarwarga.

Kapolres Flores Timur AKBP Gede Putra Yase melalui Kasi Humas AKP Eliezer A. Kalelado mengatakan, pendampingan dilakukan dengan pendekatan humanis untuk membantu masyarakat, khususnya anak-anak, melewati dampak psikologis akibat perselisihan. Menurutnya, anak-anak perlu mendapat perhatian bersama agar tetap memiliki semangat dan kepercayaan diri untuk kembali belajar.

Ia menambahkan, trauma healing dan terapi USEFT menjadi bagian dari upaya Polri menciptakan ruang yang aman bagi anak-anak untuk mengekspresikan diri sekaligus membangun kembali rasa nyaman setelah mengalami situasi yang mengganggu kondisi psikologis mereka. Pendekatan tersebut dilakukan melalui aktivitas yang dekat dengan dunia anak sehingga proses pendampingan tidak terasa sebagai tekanan.

Ia berharap bantuan tas sekolah dan alat tulis dapat mendukung anak-anak untuk kembali fokus pada pendidikan. Polres Flores Timur berharap rangkaian pendampingan tersebut membantu anak-anak kembali belajar dalam suasana aman serta menatap masa depan dengan optimisme.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....