Dua Siswa Madrasah Lembata Tampil di Panggung Jamda X NTT
- 29 Jul 2026 20:19 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Lembata — Dua siswa madrasah asal Kabupaten Lembata mendapat kepercayaan menjalankan tugas penting dalam pembukaan Jambore Daerah (Jamda) X Gerakan Pramuka Kwartir Daerah Nusa Tenggara Timur di Kupang, Rabu 29 Juli 2026. Abidah Putri Hamid dari MTs Negeri 2 Lembata dipercaya sebagai pembawa acara utama, sementara Satrianto Darmawan Bahy dari MTs Negeri 3 Lembata bertugas sebagai Komandan Peleton Pengibar Bendera.
Kepercayaan tersebut tidak diperoleh secara instan, melainkan melalui proses seleksi dan pembinaan bersama Kontingen Kwartir Cabang Lembata. Keduanya kemudian dipilih untuk mengisi posisi yang membutuhkan keberanian, kedisiplinan, ketenangan, serta kemampuan menjalankan tugas di hadapan peserta Jamda dari berbagai daerah di NTT.
Bagi Abidah, tugas sebagai pembawa acara utama menjadi kesempatan untuk menunjukkan kemampuan komunikasi dan kepercayaan diri di ruang publik. Sementara Satrianto mendapat tanggung jawab memimpin peleton pengibar bendera yang menuntut ketepatan gerak, konsentrasi, disiplin, dan kemampuan memimpin anggota regu.
Keterlibatan dua siswa madrasah tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa kegiatan kepramukaan menjadi ruang bagi peserta didik untuk mengasah keterampilan di luar kegiatan akademik. Pengalaman di tingkat provinsi juga menjadi kesempatan bagi keduanya untuk belajar bekerja dalam tim, menjalankan tanggung jawab, dan beradaptasi dengan lingkungan baru.
Jamda X Gerakan Pramuka Kwartir Daerah NTT dibuka oleh Gubernur NTT selaku Ketua Majelis Pembimbing Daerah Gerakan Pramuka NTT. Dalam amanatnya, Gubernur mengajak anggota Pramuka memperkuat semangat gotong royong, cinta tanah air, kepemimpinan, serta pengabdian kepada masyarakat.
Pesan tersebut menjadi bagian penting dari pengalaman yang diperoleh Abidah dan Satrianto selama mengikuti Jamda X. Kegiatan kepramukaan tidak hanya menjadi ajang berkumpulnya anggota Pramuka, tetapi juga wadah untuk membangun karakter dan melatih generasi muda agar mampu mengambil peran dalam berbagai situasi.
Keterlibatan dua siswa MTs Negeri di Lembata pada kegiatan tingkat provinsi diharapkan dapat menjadi motivasi bagi siswa madrasah lainnya. Pengalaman Abidah dan Satrianto menunjukkan bahwa kesempatan untuk tampil dan berkontribusi dapat terbuka lebih luas ketika siswa berani mengembangkan kemampuan melalui kegiatan positif.
Melalui pengalaman tersebut, madrasah tidak hanya menjadi tempat untuk memperoleh pengetahuan akademik, tetapi juga ruang bagi siswa untuk mengembangkan kepemimpinan, kedisiplinan, keberanian, dan kemampuan berkomunikasi. Kiprah dua siswa Lembata di Jamda X NTT menjadi salah satu contoh bagaimana kegiatan Pramuka dapat membuka ruang bagi generasi muda untuk menunjukkan kemampuan mereka di tingkat yang lebih luas.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....